Dosen UINSUNA Lhokseumawe Bawa Gagasan Tata Kelola Berbasis AI ke Kongres Internasional
www.uinsuna.ac.id — Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, mendapat kepercayaan sebagai invited speaker dalam The 3rd World Congress on Applied Science and Engineering yang diselenggarakan C2P Forum pada 8–9 Oktober 2026 di Roma, Italia.
Dalam forum ilmiah internasional tersebut, Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam , Almira Keumala Ulfah, M.Si., Ak., CA., C.EML., ASEAN CPA, mempresentasikan gagasan tentang transformasi tata kelola perusahaan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memperkuat pengawasan dan akuntabilitas di era digital.
Almira mengangkat tema “Transformation of Good Corporate Governance Through AI: Innovations in Enhancing Supervision and Accountability”. Topik ini menyoroti peluang pemanfaatan teknologi AI dalam mengembangkan sistem pengawasan yang lebih inovatif, meningkatkan akuntabilitas, serta mentransformasi praktik tata kelola perusahaan agar mampu merespons perkembangan teknologi dan tantangan organisasi modern.
Menurutnya, perkembangan AI menghadirkan peluang untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan organisasi. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut juga perlu diimbangi dengan tata kelola yang baik, pengelolaan informasi yang tepat, serta penerapan prinsip etika dan tanggung jawab agar inovasi teknologi dapat mendukung transparansi dan akuntabilitas.
Almira menjelaskan, kepercayaan sebagai invited speaker dalam forum internasional menjadi kesempatan bagi akademisi Indonesia untuk berbagi gagasan dan perspektif keilmuan di tingkat global. Partisipasi tersebut juga menjadi ruang untuk memperluas kontribusi akademisi dalam merespons perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi, serta dinamika tata kelola di era digital.
“Undangan sebagai invited speaker ini menjadi ruang bagi akademisi Indonesia untuk berbagi gagasan dan perspektif keilmuan dalam forum internasional. Partisipasi tersebut sekaligus mencerminkan pentingnya kontribusi dosen dalam mengembangkan pemikiran akademik yang relevan dengan dinamika global, terutama dalam merespons perubahan teknologi dan tantangan tata kelola di era digital,” tambahnya.
Lebih lanjut, Almira menilai bahwa isu kecerdasan buatan dan tata kelola perusahaan memiliki keterkaitan dengan perkembangan ilmu perpustakaan dan informasi. Keterkaitan tersebut mencakup pengelolaan informasi, tata kelola data, penguatan literasi digital, serta pemanfaatan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.
Menurutnya, pengelolaan informasi dan data yang baik merupakan elemen penting dalam membangun organisasi yang adaptif, transparan, dan berbasis pengetahuan. Dalam konteks ini, kemampuan mengelola informasi secara efektif menjadi semakin relevan seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pengambilan keputusan dan pelaksanaan fungsi pengawasan.
Keikutsertaan dosen UINSUNA Lhokseumawe dalam kongres internasional tersebut menjadi bagian dari partisipasi dalam forum ilmiah global. Melalui pertukaran gagasan dan perspektif keilmuan, dosen diharapkan dapat terus mengembangkan pemikiran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perubahan teknologi, sekaligus memperkuat keterkaitan antara pengembangan ilmu pengetahuan dan tantangan tata kelola organisasi di era digital.(HI)