Pastikan Tepat Sasaran, UINSUNA Lhokseumawe Wawancarai 550 Calon Penerima KIP Kuliah

www.uinsuna.ac.id - Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar wawancara calon penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebagai bagian dari proses verifikasi data dan penentuan penerima bantuan pendidikan yang tepat sasaran. Dalam proses tersebut, mahasiswa tidak hanya dinilai berdasarkan kondisi ekonomi, tetapi juga diingatkan untuk mempertahankan prestasi akademik dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UINSUNA Lhokseumawe, Dr. Darmadi, M.Si., menyampaikan hal tersebut saat meninjau pelaksanaan wawancara di Aula Pascasarjana, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan wawancara berlangsung selama dua hari, 6-7 Oktober 2026, dan diikuti 550 mahasiswa. Tahapan tersebut dilakukan setelah mahasiswa dinyatakan lulus seleksi administrasi untuk memastikan kesesuaian data sekaligus memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kondisi sosial dan ekonomi calon penerima.

Warek III menjelaskan, proses penilaian calon penerima KIP Kuliah mempertimbangkan sejumlah aspek, terutama kemampuan ekonomi mahasiswa dan beban tanggungan yang dimiliki kepala keluarga. Menurutnya, penilaian tersebut diperlukan agar bantuan pendidikan diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar memenuhi kriteria.

“Mahasiswa ini harus menjaga nilai IPK-nya. Jika indeks prestasinya tidak lagi mencapai ketentuan yang ditetapkan, maka kesempatan mahasiswa tersebut sebagai penerima beasiswa KIP dapat gugur,” jelas Warek III.

Ia menegaskan, KIP Kuliah bukan hanya ditujukan kepada mahasiswa yang membutuhkan dukungan secara ekonomi, tetapi juga memiliki konsekuensi akademik bagi penerimanya. Karena itu, mahasiswa yang memperoleh beasiswa tersebut diharapkan mampu menjaga prestasi dan memenuhi ketentuan akademik yang berlaku selama menerima bantuan.

Selain menjadi tahapan verifikasi, wawancara tersebut diharapkan dapat menghasilkan proses seleksi yang objektif dan tepat sasaran. Penilaian dilakukan untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada mahasiswa yang memiliki kebutuhan ekonomi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

“Harapannya, kegiatan wawancara yang dilakukan dalam dua hari tersebut insyaallah akan mendapatkan hasil yang maksimal dan tepat sasaran,” ujarnya.

Warek III berharap hasil seleksi nantinya benar-benar menetapkan mahasiswa yang memenuhi persyaratan dan berhak memperoleh dukungan pembiayaan melalui KIP Kuliah.

“Yaitu mahasiswa yang sangat berhak memperoleh beasiswa tersebut,” pungkasnya.(HI)

Share this Post