Refleksi Dua Tahun Kinerja Kemenag, UINSUNA Lhokseumawe Perkuat Transformasi Kampus
www.uinsuna.ac.id- Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe memperkuat komitmen mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul, transparan, dan berdampak bagi masyarakat melalui penyelarasan program strategis kampus dengan arah kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia. Komitmen tersebut menjadi bagian dari refleksi atas dua tahun pelaksanaan Asta Cita Kinerja Kementerian Agama periode 2024–2026 yang mengusung tema “2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat”.
Refleksi tersebut mengacu pada konferensi pers yang dipimpin Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian program Kementerian Agama sekaligus memperkuat kontribusi Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dalam mendukung pembangunan pendidikan, penguatan kerukunan umat beragama, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pada sektor pendidikan, capaian Kementerian Agama dalam dua tahun terakhir antara lain ditunjukkan melalui penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp4,07 triliun kepada 5.216.294 siswa madrasah dan sekolah keagamaan lintas agama. Selain itu, bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah mencapai Rp4,032 triliun bagi 289.255 mahasiswa PTKN. Pemerintah juga menyalurkan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) hasil kerja sama Kementerian Agama dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) senilai Rp1,377 triliun kepada 3.659 penerima.
Di bidang kesejahteraan pendidik, peningkatan alokasi tunjangan profesi guru dan dosen menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan nasional. Sementara itu, indeks Kerukunan Umat Beragama mencapai 77,89 pada 2025, yang dalam data capaian Kementerian Agama disebut sebagai angka tertinggi sepanjang sejarah. Upaya penguatan perlindungan di lingkungan pendidikan, termasuk pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, juga menjadi bagian dari agenda peningkatan kualitas layanan keagamaan dan pendidikan.
Bagi UINSUNA Lhokseumawe, berbagai capaian tersebut menjadi dorongan untuk melanjutkan transformasi kelembagaan dan meningkatkan mutu layanan pendidikan tinggi. Perjalanan institusi dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), berkembang menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN), hingga beralih status menjadi universitas pada 2025 menandai perkembangan penting dalam penguatan peran kampus sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Transformasi tersebut juga diperkuat melalui pencapaian akreditasi institusi Unggul pada 2025. Di bidang pembangunan sarana dan prasarana, UINSUNA turut mengawal pelaksanaan proyek infrastruktur melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan tata kelola kelembagaan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas.
Ke depan, UINSUNA mendorong integrasi konsep ekoteologi ke dalam kebijakan dan program kerja satuan kerja. Konsep yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun kesadaran ekologis serta mendorong praktik pelestarian alam yang berkelanjutan.
Dalam pengelolaan anggaran, kampus juga mengakselerasi perencanaan berbasis pendekatan Money Follows Program, yakni pengalokasian anggaran berdasarkan prioritas program dan target kinerja. Pendekatan ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), sekaligus memperkuat pengembangan kapasitas mahasiswa melalui penguasaan bahasa asing dan penguatan moderasi beragama.
Selain itu, digitalisasi layanan dan penguatan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) menjadi bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas birokrasi dan kualitas pelayanan. Melalui berbagai upaya tersebut, UINSUNA berupaya memastikan bahwa pengelolaan sumber daya institusi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi mahasiswa dan masyarakat.
Penyelarasan program kampus dengan agenda strategis Kementerian Agama diharapkan dapat memperkuat kontribusi UINSUNA dalam mewujudkan pendidikan tinggi keagamaan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan program prioritas Kementerian Agama atau Asta Protas dalam mengakselerasi pencapaian Asta Cita Presiden Republik Indonesia.(HI)