Bahas Pengembangan Budaya Mutu PTKIN, UIN SUNA Lhokseumawe Gelar Diskusi Bersama Dewan Eksekutif BAN-PT

www.uinsuna.ac.id Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar kegiatan pengembangan kelembagaan bertajuk Merawat dan Mengembangkan Budaya Mutu PTKIN, melalui agenda Penyamaan Persepsi Implementasi Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 4.1 pada Jumat (07/08/2026).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, S.Ag., M.Ag., di Aula Biro, Lt. 3 Gedung Biro Rektorat.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe resmi menyandang predikat Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak 9 April 2026 lalu. Tercatat ada tujuh program studi (prodi) yang terakreditasi Unggul, 13 prodi yang terakreditasi Baik Sekali, dan masih ada dua prodi baru yang terkakreditasi atau akreditasi sementara.

Menurutnya, agenda ini merupakan langkah strategis kampus dalam pengembangan juga merawat budaya mutu institusi sesuai standar terbaru. Prof. Danial menekankan pentingnya pemahaman bersama seluruh pimpinan fakultas, program studi, hingga unit pendukung terhadap 9 kriteria yang ada pada IAPT 4.1.

“Melalui penyamaan persepsi ini, kita usahakan bersama seluruh sivitas memahami arah kebijakan baru BAN-PT dan siap mengimplementasikannya secara sistemik,” ujar Prof. Danial.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama dari Dewan Eksekutif BAN-PT, Prof. Slamet Wahyudi, S.T., M.T., yang hadir langsung bersama rombongan dan tim asesor berpengalaman. Peserta diajak mendalami perubahan mendasar pada IAPT 4.1, mulai dari penguatan tata kelola, mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga luaran serta capaian Tridharma Perguruan Tinggi.

Materi utama disampaikan oleh Prof. Slamet Wahyudi selaku Dewan Eksekutif BAN-PT. Ia memaparkan kebijakan terbaru terkait Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 4.1 dan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 5 sebagaimana diatur dalam Permendiksaintek Nomor 39 Tahun 2025.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa fokus utama akreditasi telah bergeser dari pemenuhan dokumen kepembuktian dampak nyata. Institusi yang mampu menjawab tantangan ini akan menjadi kekuatan penggerak kemajuan Indonesia.

"Perguruan tinggi yang unggul bukan yang paling banyak dokumennya, melainkan yang paling nyata kontribusinya bagi masyarakat dan bangsa,” tegasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Wakil Rektor, para Dekan, Kepala Lembaga, Kepala Biro, Ketua Program Studi, hingga Tim Gugus Mutu di lingkungan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.

Share this Post