Dari Penataan Aset hingga Transformasi Layanan, Kepemimpinan Kabag ULA Dorong Penguatan Tata Kelola UINSUNA Lhokseumawe
www.uinsuna.ac.id - Membangun tata kelola perguruan tinggi yang baik bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dibutuhkan kepemimpinan yang konsisten, kemampuan membangun kolaborasi, serta keberanian melakukan pembenahan secara bertahap. Semangat itulah yang terus diwujudkan oleh Bagian Umum dan Layanan Akademik (ULA) Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe di bawah kepemimpinan Yusnidar, M.H.
Sejak dipercaya memimpin Bagian ULA, Yusnidar menempatkan penguatan tata kelola sebagai fondasi utama dalam mendukung transformasi UIN SUNA menuju perguruan tinggi yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan.
Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah penataan Barang Milik Negara (BMN). Selama bertahun-tahun, sebagian aset yang diperoleh sejak 2004 belum seluruhnya memiliki Penetapan Status Penggunaan (PSP). Kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan secara bertahap melalui koordinasi lintas instansi dan pendataan yang komprehensif.
Melalui kerja yang sistematis sejak tahun 2024, Bagian ULA berhasil mempercepat proses penyelesaian PSP. Hingga tahun 2026, capaian PSP telah mencapai 97 persen dari seluruh aset BMN yang tercatat dalam aplikasi pengelolaan BMN. Pencapaian tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan pengelolaan aset negara yang tertib administrasi, memiliki kepastian hukum, dan memenuhi prinsip akuntabilitas.
Pembenahan tidak berhenti pada aspek aset. Bagian ULA juga memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk dalam penertiban aset tanah, percepatan penghapusan dan lelang BMN yang sudah tidak produktif, serta penyempurnaan administrasi pengelolaan aset sebagai bagian dari reformasi tata kelola universitas.
Di bidang pelayanan, Yusnidar menggagas pengembangan Pusat Layanan Terintegrasi (PLT) sebagai langkah strategis untuk menyederhanakan proses layanan administrasi. Konsep tersebut diarahkan agar berbagai layanan dapat diakses secara lebih cepat, mudah, transparan, dan terintegrasi, sehingga memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi sivitas akademika.
Komitmen terhadap pembangunan kampus yang berkelanjutan juga diwujudkan melalui inisiatif Green Campus. Bagian ULA membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi mahasiswa, dan berbagai mitra dalam mendukung pengelolaan sampah, penataan lingkungan kampus, serta peningkatan budaya peduli lingkungan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen UIN SUNA dalam mewujudkan kampus yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Menurut Yusnidar, keberhasilan berbagai program tersebut tidak terlepas dari dukungan pimpinan universitas serta kerja sama seluruh unit kerja.
"Perubahan tidak dapat dilakukan oleh satu orang. Kunci keberhasilan adalah kolaborasi, komitmen, dan kesamaan visi untuk terus memperbaiki tata kelola serta meningkatkan kualitas layanan kepada sivitas akademika. Kami akan terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan kampus," ujarnya.
Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag memberikan apresiasi atas berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Bagian ULA.
"Penguatan tata kelola merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun universitas yang unggul. Berbagai capaian yang telah diraih Bagian ULA menunjukkan bahwa perubahan dapat diwujudkan melalui kepemimpinan yang visioner, kerja keras, dan kolaborasi yang baik. Kami berharap inovasi ini terus berlanjut demi kemajuan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe," ungkap Rektor.
Dengan berbagai capaian tersebut, Bagian Umum dan Layanan Akademik tidak hanya berfokus pada penyelesaian pekerjaan administratif, tetapi juga terus membangun sistem kerja yang lebih efektif, akuntabel, dan adaptif terhadap kebutuhan organisasi.
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola universitas serta mendukung terwujudnya UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sebagai perguruan tinggi Islam negeri yang unggul, profesional, dan berdaya saing. (AR)