DWP UIN SUNA Lhokseumawe Gelar Kajian Ramadan: Menguatkan Peran Ibu Multitasking di Bulan Penuh Berkah
www.uinsuna.ac.id - Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Operational Room Gedung Biro UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Selasa (3/3/2026). Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN SUNA Lhokseumawe menggelar kajian rutin Ramadan bertajuk “Menjadi Ibu Multitasking: Antara Rutinitas Harian dan Ibadah Ramadan.”
Kegiatan yang diikuti seluruh pengurus dan anggota DWP ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran perempuan, khususnya para ibu, dalam menjalani dinamika kehidupan rumah tangga dan aktivitas sosial di bulan suci.
Ketua DWP UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Ny. Sri Danial, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kekompakan seluruh anggota. Ia menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan realitas keseharian perempuan, terlebih di bulan Ramadan yang sarat dengan tuntutan spiritual sekaligus tanggung jawab domestik.
“Materi yang disampaikan narasumber sangat menyentuh dan dekat dengan kehidupan kita. Peran seorang ibu itu luar biasa, baik di rumah maupun di tempat kerja. Di bulan suci Ramadan, tantangan itu terasa lebih intens, tetapi sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mengelola waktu dan energi,” ujar Sri.
Menurutnya, seorang ibu tidak hanya memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi mulai dari menyiapkan sahur dan berbuka, mendampingi anak-anak belajar, hingga menjaga keharmonisan rumah tangga tetapi juga tetap berupaya optimal dalam menjalankan ibadah puasa, salat tarawih, tilawah Al-Qur’an, dan amalan lainnya.

Kajian tersebut juga mengupas pentingnya manajemen waktu, pengendalian emosi, serta menjaga kesehatan fisik dan mental selama Ramadan. Narasumber Dr. Susi Yusrianti, M.Pd menekankan bahwa konsep multitasking bukan sekadar melakukan banyak hal dalam satu waktu, tetapi bagaimana menyusun prioritas dengan bijak agar setiap peran dapat dijalankan secara seimbang.
Di tengah arus modernitas dan meningkatnya peran perempuan di ruang publik, ibu kerap berada pada persimpangan antara tuntutan profesional dan tanggung jawab keluarga. Ramadan, dalam perspektif yang dibahas pada kajian ini, justru menjadi momentum spiritual untuk menyelaraskan keduanya. Ibadah tidak diposisikan sebagai beban tambahan, melainkan sebagai sumber energi dan ketenangan dalam menjalani rutinitas.
Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi. Sejumlah anggota berbagi pengalaman tentang strategi mengatur waktu selama Ramadan, mulai dari menyusun jadwal harian, melibatkan anggota keluarga dalam pekerjaan rumah, hingga menciptakan suasana ibadah yang menyenangkan bagi anak-anak.
Kegiatan ditutup dengan pembagian bingkisan Lebaran kepada seluruh anggota DWP sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian internal organisasi. Momen tersebut menjadi simbol solidaritas sekaligus wujud perhatian antar anggota menjelang hari raya.
Ny. Sri Afrianti berharap, kajian Ramadan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi inspirasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga kegiatan ini semakin mempererat silaturahmi di antara kita dan melahirkan karakter ibu yang tangguh, cerdas mengatur peran, tanpa melewatkan kewajiban serta keistimewaan bulan suci Ramadan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, DWP UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya memperkaya wawasan keagamaan, tetapi juga memperkuat kapasitas perempuan sebagai pilar utama keluarga dan masyarakat. (AM)