Empat Mahasantri UINSUNA Lhokseumawe Ikuti Musabaqah Ilmiah Mahasantri se-PTKIN di UIN Palangka Raya

www.uinsuna.ac.id – Empat mahasantri delegasi dari Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe mengikuti Musabaqah Ilmiah Mahasantri Semester III Ma’had Al-Jami’ah se-PTKIN Indonesia yang digelar di UIN Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada 18–20 Agustus 2026.

Ajang tersebut juga dikemas dalam rangkaian forum pertemuan Mudir Mah’ad Al Jami’ah PTKIN se-Indonesia.

Mudir Ma’had Al-Jami’ah UINSUNA Lhokseumawe, Dr. Fauzan, M.A, menjelaskan bahwa dalam ajang tersebut memperlombkan empat cabang, yakni Qira’atul Kutub, Karya Tulis Ilmiah, Hifzhil Qur’an 10 Juz, dan Tilawatil Qur’an. Jelasnya.

Mudir merincikan empat mahasantri yang menjadi delegasi dari UINUSUANA, diantaranya Hayatun Nisa pada cabang Qira’atul Kutub, Nurmaisyatul Kalima pada cabang Hifzhil Qur’an 10 Juz, Hayatun Nufus pada cabang Karya Tulis Ilmiah, dan Rizka Syifa Syukri pada cabang Tilawatil Qur’an.

“Ajang ini merupakan kesempatan bagi mahasantri untuk belajar, berkompetisi, membangun pengalaman, dan memperluas wawasan,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi tingkat nasional dapat menjadi bekal bagi mahasantri untuk meningkatkan kepercayaan diri serta mengembangkan kemampuan akademik dan keilmuan Islam.

Keikutsertaan empat mahasantri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe juga menjadi bagian dari upaya Ma’had Al-Jami’ah dalam memberikan ruang pengembangan potensi mahasiswa melalui kegiatan akademik dan keislaman.

Selain meningkatkan pengalaman kompetisi, kegiatan tersebut mempertemukan mahasantri dari berbagai PTKIN di Indonesia sehingga membuka peluang untuk memperluas jejaring dan pertukaran pengalaman antarmahasantri.

Dr. Fauzan berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Musabaqah Ilmiah dapat menjadi motivasi bagi para mahasantri untuk terus mengasah kemampuan dan meningkatkan kualitas diri.

“Harapannya, keikutsertaan mereka dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan akademik dan keilmuan keislaman,” ungkapnya. (AR)

Share this Post