Hidupkan Literasi Lewat Seni: UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Bersama Komunitas Seni Kuflet Gelar Roadshow

www.iainlhokseumawe.ac.id – Dalam suasana semarak rangkaian milad, UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menghadirkan Roadshow Literasi yang berkolaborasi dengan Komunitas Seni Kuflet. Bertempat di Gedung Serbaguna Kampus Setempat, acara ini menjadi ruang pertemuan antara seni, literasi, dan dunia akademik yang berpadu dalam nuansa kreatif dan membangun.

Mengusung tema “Menulis Kreatif sebagai Jembatan antara Imajinasi, Budaya, dan Ilmu”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pelatihan menulis, tetapi juga membuka ruang diskusi tentang pentingnya menjadikan literasi sebagai bagian dari kesadaran kolektif masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dr. Jumat Barus, S.S., M.S., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjalin sinergi antara kampus dan komunitas. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa dalam bidang kepenulisan, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal dan ekspresi seni yang berakar dari masyarakat.

“Saya ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pegiat literasi dari Komunitas Seni Kuflet yang telah menjadikan kampus ini sebagai salah satu titik singgah dalam perjalanan literasi mereka di Aceh. Kolaborasi seperti ini adalah bentuk nyata dari sinergi antara komunitas dan institusi pendidikan, yang tentu sangat kami apresiasi,” ujar Dekan FTIK.

Dalam sesi-sesi yang berlangsung interaktif, para peserta diajak untuk menulis tidak hanya dari teknik, tetapi dari pengalaman pribadi, sensitivitas sosial, dan refleksi budaya. Hal ini sejalan dengan semangat Komunitas Seni Kuflet yang sejak awal berdiri bertujuan menghidupkan literasi dari bawah—dari komunitas, dari ruang-ruang kecil, hingga menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar.

Ketua panitia, Naufa Rayluna, menyampaikan harapannya agar roadshow ini menjadi awal dari langkah-langkah literasi yang lebih luas. Menurutnya, melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar teknik menulis, tetapi juga diajak untuk menggali pengalaman pribadi, kepekaan sosial, dan kedalaman emosi untuk kemudian dituangkan dalam bentuk karya sastra. “Ini menjadi inspirasi nyata bahwa dunia kepenulisan adalah ruang terbuka yang bisa diraih siapa saja, selama ada kemauan untuk belajar dan berproses. Semoga literasi menjadi budaya, bukan hanya sekadar kebiasaan,” ujar Naufa.

Roadshow literasi ini bentuk kontribusi nyata UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe bagi dunia menulis. harapannya kegiatan ini dapat memperkuat peran menulis sebagai jembatan antara imajinasi, budaya, dan ilmu pengetahuan. Melalui kolaborasi yang melibatkan komunitas, akademisi, dan pihak sponsor membuktikan bahwa literasi dapat tumbuh subur di ruang-ruang yang terbuka, inklusif, dan penuh semangat kebersamaan. (NA)

Share this Post