Menteri Agama Tekankan ASN Berakhlak dan Menjaga Nilai Spiritual dalam Pengabdian

www.uinsuna.ac.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya membangun karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berakhlak, amanah, dan berlandaskan nilai spiritual dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat pelantikan Pengangkatan PNS Kementerian Agama Formasi Tahun 2024 di Auditorium H.M. Rasjidi Kementerian Agama RI, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Dalam arahannya, Menteri Agama mengingatkan para ASN baru agar tidak melupakan perjuangan dan doa orang tua yang menjadi bagian penting dari keberhasilan hidup seseorang.

“Ada air mata yang mengucur dalam doa di sepertiga malam untuk keberhasilan kalian. Jangan pernah melupakan rasa terima kasih kepada orang tua, dan balaslah kebaikan mereka dengan tidak melakukan hal-hal yang tidak diridhai oleh keduanya,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia menekankan bahwa ASN Kementerian Agama tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga harus memiliki keikhlasan, kesabaran, serta akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, ASN Kementerian Agama harus memegang prinsip “ikhlas dan mukhlis”, yakni bekerja dengan tulus tanpa mengharapkan pujian manusia.

“Prinsip mukhlis yaitu sedih ketika kebaikannya diketahui orang lain, karena segala kebaikan hanya untuk diketahui Allah semata,” katanya.

Selain keikhlasan, Menteri Agama juga menyoroti pentingnya sifat sabar dalam menghadapi dinamika pekerjaan. Ia menyebut ASN Kementerian Agama harus memiliki karakter al-masabir, yakni sabar yang disertai keikhlasan serta mampu melupakan hal-hal yang menyakitkan.

Nasaruddin Umar juga mengajak ASN untuk memiliki sikap tawadhu, ihsan, qana’ah, amanah, dan istiqamah dalam menjalankan tugas. Qana’ah, menurutnya, menjadi benteng moral yang kuat agar ASN merasa cukup atas apa yang dimiliki dan terhindar dari perilaku menyimpang.

Ia menegaskan bahwa amanah akan melahirkan ketenangan dalam bekerja, sedangkan ihsan berarti menghadirkan kualitas terbaik dalam setiap tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Menteri Agama turut mengingatkan bahwa ASN Kementerian Agama membawa tanggung jawab moral yang besar di tengah masyarakat karena melekat dengan simbol dan nilai agama.

“Jam kerja ASN Kementerian Agama di masyarakat itu 24 jam. Ke mana pun berada, saudara tetap membawa simbol agama,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Danial menyampaikan dukungannya terhadap pesan-pesan moral dan spiritual yang disampaikan Menteri Agama. Menurutnya, nilai-nilai akhlak, integritas, dan keikhlasan yang ditekankan Menteri Agama menjadi fondasi penting dalam membangun ASN dan generasi akademik yang berkualitas.

Prof. Danial menilai arahan Menteri Agama tidak hanya relevan bagi ASN Kementerian Agama, tetapi juga menjadi pedoman penting bagi dunia pendidikan tinggi Islam dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul secara intelektual sekaligus matang secara moral dan spiritual.

“Pesan-pesan Menteri Agama sangat relevan dengan tantangan dunia kerja dan pendidikan saat ini. Profesionalisme harus berjalan seiring dengan akhlak, integritas, dan nilai keikhlasan dalam pengabdian,” ujarnya.

Ia menambahkan, perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menjaga etika dan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sosial maupun profesi.

Di akhir arahannya, Nasaruddin Umar menyampaikan keyakinannya bahwa keberhasilan akan tercapai apabila nilai-nilai akhlak dan spiritual tersebut diterapkan secara konsisten dalam dunia kerja.

“Saya yakin bila semua ini diterapkan dalam dunia kerja, insya Allah keberhasilan akan dicapai,” pungkasnya. (AM)

Share this Post