Milad ke-56, Hadirkan "Suluh Peradaban" Lewat Mimbar Jumat di Tiga Kabupaten/Kota
www.iainlhokseumawe.ac.id – Dalam rangka memperingati Milad ke-56, Kampus IAIN Lhokseumawe yang kini telah menjadi UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menghadirkan program inspiratif bertajuk "Suluh Peradaban" pada Jumat, (30/05/2025).
Kegiatan ini menyapa masyarakat melalui mimbar Jumat di sejumlah masjid di tiga wilayah, yakni Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Bireuen.
Untuk diketahui, program "Suluh Peradaban" merupakan satu rangkaian kegiatan milad yang menghadirkan para khatib yang notabene merupakan para dosen di lingkungan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe untuk menyampaikan khutbah bertema ekoteologi, yakni pendekatan teologis dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.
Konsep ini diilhami oleh pemikiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang menekankan pentingnya kesadaran spiritual dalam merawat bumi sebagai amanah Ilahi.
Delapan khatib disebar ke sejumlah masjid sebagai berikut:
- Prof. Dr. Tgk. H. Danial, M.Ag – Masjid Raudhatul Jannah Alue Awé, Aceh Utara
- Dr. Tgk. Mannan, M.Ed – Masjid Agung Islamic Centre, Lhokseumawe
- Tgk. Ismuhar, M.Sos – Masjid Al Hikmah, Cunda Lhokseumawe
- Tgk. Adnan Yahya, M.Pd – Masjid Taqwa, Meurah Mulia, Aceh Utara
- Tgk. H. Irwanto, Lc., M.Th – Masjid Al-Muntaha PIM, Aceh Utara
- Tgk. H. Sufian Suri, Ph.D – Masjid Al-Munawarah, Meunye, Aceh Utara
- Tgk. H. Husnaini Hasbi – Masjid Meunasah Blang Kandang, Lhokseumawe
- Dr. Tgk. Al Muhajir, MA – Masjid At-Taqwa, Panté Gajah, Bireuen
Sementara itu, koordinator kegiatan, Tgk. Adnan Yahya, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menggugah kesadaran umat Islam terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan.
“Ekoteologi adalah bentuk integrasi antara nilai-nilai Islam dengan gerakan pelestarian lingkungan. Ini penting untuk disuarakan dari mimbar-mimbar Jumat,” ujarnya.
Kegiatan "Suluh Peradaban" ini menjadi bagian dari upaya UIN Sultanah Nahrasiyah untuk mengambil peran aktif dalam membangun kesadaran sosial dan ekologis umat, hal ini menjadikan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam upaya pengabdian kepada masyarakat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di tengah tantangan zaman. (AR)