Pascabanjir, Satgas UIN SUNA Lhokseumawe Apresiasi Donatur dan Siapkan Program Pengabdian

www.uinsuna.ac.id — Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bencana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Said Alwi, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota Satgas Bencana serta sivitas akademika yang telah berkontribusi dalam upaya pemulihan pascabanjir.

Dalam apel pagi di halaman Biro Rektorat, Senin (19/1/2026), Ketua Satgas Bencana yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor II ini menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor di internal kampus menjadi kunci terpenuhinya kebutuhan dasar mahasiswa selama masa darurat.

Selama masa tanggap darurat yang berlangsung kurang lebih dua minggu, Satgas Bencana mengelola donasi dari berbagai pihak untuk mengoperasikan dapur umum. Fasilitas ini menjadi penyambung hidup bagi mahasiswa yang menetap di Ma’had Al-Jamiah maupun mereka yang terjebak banjir di rumah kos sekitar kampus.

“Bantuan dari Bapak dan Ibu donatur memungkinkan kami mendirikan dapur umum untuk membantu adik-adik mahasiswa di Ma’had serta mahasiswa yang menetap di sekitar kampus. Mereka dapat makan secara teratur tiga kali sehari selama kurang lebih dua minggu. Selain itu, donasi juga disalurkan kepada mahasiswa dan sivitas akademika yang terdampak banjir,” ujar Dr. Said Alwi dihadapan peserta apel senin.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Satgas Bencana UIN SUNA Lhokseumawe akan melanjutkan program pascabencana berupa pengabdian dan pendampingan pembelajaran di sekolah yang terdampak.

Menurutnya, program tersebut akan dilaksanakan melalui dua skema. yakni Skema Pendampingan Psikososial dan Skema Akademik melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

Skema pertama, berupa kegiatan pengabdian lapangan yang dikoordinasikan langsung oleh dosen. Mahasiswa akan diterjunkan ke sekolah-sekolah untuk memberikan dukungan psikologis bagi siswa yang terdampak trauma banjir. Sedangkan skema kedua, mahasiswa dapat mendaftarkan diri melalui LPPM. Menariknya, aktivitas pengabdian ini nantinya dapat dikonversi menjadi nilai akademik.

“Program ini dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa mulai semester dua dan seterusnya. Petunjuk teknis, syarat, dan ketentuan untuk skema kedua akan segera disampaikan oleh LPPM,” tutup Dr. Said Alwi. (HI)

Share this Post