Pelatihan Pemuda Aceh: Rektor UIN SUNA Lhokseumawe Ajak Refleksi Ekoteologi

www.uinsuna.ac.id — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., turut berperan aktif dalam pengembangan sumber daya manusia di Aceh dengan menjadi narasumber dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Pemuda Aceh. Kegiatan yang bertema “Pemuda Tanggap Bencana” ini diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Aceh di Hotel Bireuen Jaya, pada Selasa (9/12/2025).

Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, 8–9 Desember 2025, dan diikuti oleh 68 peserta perwakilan pemuda dari berbagai desa di Kabupaten Bireuen.

Dalam sesi materinya yang berjudul “Kepemimpinan Berkarakter dan Etika Sosial”, Prof. Danial menghidupkan suasana pelatihan melalui diskusi interaktif dengan para peserta. Disela diskusi, menanggapi kondisi Aceh yang baru-baru ini dilanda musibah banjir dan tanah longsor, Rektor juga menekankan pentingnya konsep ekoteologi sebagai refleksi atas bencana yang terjadi.

 “Kehidupan manusia tidak terlepas dari tiga hablum (hubungan): hablum minallah (hubungan dengan Tuhan), hablum minannas (hubungan dengan sesama), dan hablum minal ‘alam (hubungan dengan alam),” ujar Prof. Danial.

Rektor menyoroti bahwa tindakan seperti illegal logging, pencemaran lingkungan, dan perusakan alam melalui aktivitas pertambangan merupakan indikasi buruknya hubungan manusia dengan alam. “Bencana yang terjadi adalah respons alam atas perbuatan manusia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof. Danial menjelaskan bahwa karakter dan kepedulian sosial memiliki pengaruh besar terhadap upaya menjaga kelestarian lingkungan.

"Masyarakat biasa tidak memiliki kewenangan menegakkan hukum, negara yang memiliki perangkat dan aparat untuk itu. Namun, peran kita adalah menumbuhkan jiwa peduli sosial dengan mengajak masyarakat berbuat baik, peduli terhadap lingkungan dan alam,” jelasnya.

Menurutnya upaya mengajak masyarakat untuk berbuat baik dinilai jauh lebih efektif dan berdampak positif daripada sekadar melarang.

Sebagai penutup, harapannya kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas pemuda Aceh dalam menghadapi bencana sekaligus menumbuhkan kepemimpinan berkarakter yang peduli pada lingkungan dan Masyarakat. (AM)

Share this Post