Peringati HAB Kemenag ke-80, Rektor UIN SUNA Lhokseumawe Sampaikan Pesan Mendalam
www.uinsuna.ac.id – Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 dengan khidmat. Bertindak sebagai pembina upacara, Rektor Prof. Dr. Danial, M.Ag., membacakan sambutan tertulis Menteri Agama RI serta menyampaikan pesan khusus terkait kondisi bencana di Aceh, Sabtu (3/1/2026).
Peringatan HAB ke-80 tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Dalam sambutan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang dibacakan oleh Rektor, menekankan pentingnya semangat “Kemenag Berdampak” sebagai fondasi kerja nyata yang hasilnya mulai dirasakan oleh umat.
“ASN Kementerian Agama dituntut bertransformasi menjadi pribadi yang 'agile', lincah dan sigap menghadapi perubahan, adaptif, serta responsif dalam melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas,” ujar Prof. Danial mengutip amanat Menteri.
Usai membacakan sambutan menteri, Prof. Danial menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah banjir bandang yang melanda Aceh baru-baru ini. Beliau mengajak seluruh civitas akademika untuk merefleksikan peristiwa alam tersebut sebagai wahana untuk mempertajam rasa peduli.
“Dari setiap musibah lahir sang cerah, dari segala bencana senantiasa menjadi wahana, dari peristiwa duka senantiasa lahir cerita, setiap peristiwa alam mewarisi kebijaksanaan,” tutur Prof. Danial.
Beliau menambahkan bahwa bencana ini merupakan momentum untuk memperhalus nurani. “Banjir bandang tidak hanya membawa air dan lumpur, tapi juga menghanyutkan doa dan syukur. Tidak hanya mengundang simpati tapi juga mengasah budi, memperhalus nurani, mempertajam rasa peduli, membuncahkan empati.”

Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian kepada negara, Rektor yang didampingi oleh Kepala Biro, Akly Zikrullah, M.H., menyematkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada empat pegawai di lingkungan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Penghargaan ini menjadi simbol loyalitas dan dedikasi dalam menjaga marwah Kementerian Agama sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan.
Upacara diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, khususnya bagi masyarakat Aceh agar diberikan kekuatan dalam menghadapi masa pascabencana. (NA/AM)