UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Perkuat Tata Kelola Aset melalui Penghapusan BMN Secara Akuntabel Lhokseumawe

www.uinsuna.ac.id – UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola Barang Milik Negara (BMN) melalui pelaksanaan penghapusan aset sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari reformasi pengelolaan aset yang dilaksanakan secara bertahap guna mewujudkan pengelolaan BMN yang tertib administrasi, tertib fisik, transparan, dan akuntabel.

Program penghapusan BMN diawali dengan koordinasi intensif antara Bagian Umum dan Layanan Akademik dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Lhokseumawe. Koordinasi tersebut membahas seluruh tahapan penghapusan BMN melalui mekanisme lelang, mulai dari penelitian kondisi barang, kelengkapan dokumen administrasi, penilaian, hingga pelaksanaan lelang sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik, Yusnidar, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa penghapusan BMN merupakan salah satu tahapan penting dalam siklus pengelolaan aset negara yang harus dilaksanakan secara profesional dan sesuai regulasi.

"Penghapusan BMN bukan sekadar penyelesaian aset yang sudah tidak optimal dimanfaatkan, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola aset yang semakin tertib, akuntabel, dan memberikan kepastian administrasi. Seluruh proses dilakukan secara bertahap melalui inventarisasi, penelitian, verifikasi, dan koordinasi dengan KPKNL agar setiap tahapan memenuhi ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Menurut Yusnidar, program tersebut merupakan kelanjutan dari berbagai langkah penataan BMN yang telah dilaksanakan sebelumnya, seperti percepatan Penetapan Status Penggunaan (PSP), inventarisasi aset, pemutakhiran database BMN, reklasifikasi barang, serta penertiban administrasi aset di seluruh unit kerja.

Kepala KPKNL Lhokseumawe, Tb. Abdurrahman, mengapresiasi komitmen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dalam melaksanakan pengelolaan BMN sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.

"Kami mengapresiasi langkah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe yang secara konsisten melakukan penataan pengelolaan BMN sesuai ketentuan. KPKNL siap memberikan pendampingan agar setiap proses penghapusan dan pemindahtanganan BMN melalui lelang dapat dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan memiliki kepastian hukum," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Lelang KPKNL Lhokseumawe, Angga, menjelaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan lelang sangat bergantung pada ketertiban administrasi dan validitas data aset.

"Inventarisasi yang akurat, dokumen yang lengkap, serta penelitian terhadap kondisi barang merupakan faktor penting dalam proses penghapusan BMN melalui lelang. Dengan administrasi yang tertib, pelaksanaan lelang dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan ketentuan," jelasnya.

Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Bagian Umum dan Layanan Akademik dalam memperkuat tata kelola aset universitas.

"Pengelolaan BMN merupakan bagian penting dari tata kelola universitas. Saya mengapresiasi Bagian Umum dan Layanan Akademik beserta Tim Pengelola BMN yang terus melakukan pembenahan administrasi aset secara konsisten. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan aset negara yang profesional, transparan, dan akuntabel," ujar Rektor.

Melalui program penghapusan BMN yang dilaksanakan secara bertahap, UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe terus memperkuat sistem pengelolaan aset sebagai bagian dari reformasi tata kelola kelembagaan. Bersama dengan program inventarisasi, percepatan Penetapan Status Penggunaan (PSP), pemutakhiran data, dan penataan administrasi BMN, langkah ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya good university governance serta meningkatkan kualitas layanan dan akuntabilitas pengelolaan aset negara di lingkungan universitas. (AR)

Share this Post