UIN Sultanah Nahrasiyah & Pemkab Aceh Utara Bersinergi di Musrenbang RKPD 2027
Sinergi Akademisi dan Pemerintah Daerah: UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Mengikuti Musrenbang RKPD Kabupaten Aceh Utara Tahun 2027
LHOKSUKON – Dalam upaya memperkuat landasan pembangunan daerah yang inklusif dan strategis pasca musibah bencana banjir bandang yang melanda diakhir tahun 2025 sampai dengan awal tahun 2026, pada Selasa 31 Maret 2026 Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 dengan menghadirkan seluruh OPD dan stakeholder terkait termasuk didalamnya dunia akademiki Pendidikan tinggi yang diikuti oleh UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Universitas Malikussaleh dan Politeknik Negeri Lhokseumawe. Kegiatan yang berlangsung khidmat di Ruang Op. Room Setdakab Aceh Utara ini menjadi momentum penting bagi kolaborasi antara birokrasi dan akademisi.
Kehadiran UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dalam forum strategis ini diwakili oleh Perencana Ahli Madya Subroto, SHI.,M.S.M yang hadir berdasarkan penugasan resmi Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe melalui Surat Tugas Nomor: B–57/ln.35/R/KP.01.2/3/2025. Partisipasi ini menegaskan komitmen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dalam memberikan kontribusi pemikiran serta dukungan nyata terhadap rencana pembangunan daerah.

Fokus Pemulihan Pascabencana
Agenda utama dalam Musrenbang kali ini adalah penajaman program prioritas tahun 2027. Mengingat tantangan besar yang dihadapi daerah akibat bencana banjir yang melanda pada akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026, forum menyepakati perlunya reorientasi kebijakan. Masukan dari berbagai pihak menekankan pentingnya revisi penetapan program prioritas (Protas) agar lebih adaptif, dengan fokus utama pada percepatan pemulihan dampak bencana serta penguatan stabilitas sosial ekonomi masyarakat.
Kontribusi Pemikiran Perguruan Tinggi
Perwakilan akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara turut memberikan catatan kritis dan konstruktif:
- UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe/UIN Sultanah Nahrasiyah:
- Menyoroti pentingnya evaluasi capaian target sektor ketahanan pangan dan ekonomi yang menjadi target Musrenbang yang dilaksanakan tahun 2025 untuk dilakukan penguatan Kembali terutama pada sektor produksi pertanian tanaman pangan, hilirisasi produk perikanan pesisir Pantai dan hilirisasi produk perkebunan.
- Selain itu juga diusulkan agar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Baitul Mal memberikan atensi pada sektor pendidikan tinggi. Hal ini menyusul banyaknya mahasiswa yang terpaksa mengajukan non-aktif akibat kendala ekonomi pascabencana, sehingga dukungan finansial biaya pendidikan menjadi krusial demi menjaga keberlangsungan generasi emas Aceh Utara.
- Universitas Malikussaleh: Menekankan pada pendataan ulang sumber-sumber pertanian potensial, revitalisasi irigasi, serta pengembangan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak pendapatan daerah.
- Politeknik Negeri Lhokseumawe: Menyarankan keterlibatan stakeholder secara lebih dini sebelum penetapan program prioritas. Seluruh PTN menyatakan kesiapan penuh untuk dilibatkan dalam pembahasan teknis guna memberikan masukan relevan demi kemajuan Kabupaten Aceh Utara.
Pertemuan ini diharapkan mampu melahirkan dokumen RKPD 2027 yang tidak hanya administratif, tetapi juga menjadi solusi nyata atas dinamika dan kebutuhan masyarakat Aceh Utara di masa depan.