UIN SUNA Lhokseumawe Pastikan Mahasiswa KPM Mandiri di Empat Lokasi Aman, Evakuasi Udara Diupayakan
www.uinsuna.ac.id – Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe memastikan seluruh mahasiswanya yang sedang menjalani Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri dan Reguler di berbagai wilayah berada dalam kondisi aman dan sehat.
KPM Reguler dan Mandiri Gelombang I UIN SUNA Lhokseumawe dijadwalkan berakhir serentak pada 9 Desember 2025. Berdasarkan data yang dihimpun, KPM Mandiri Gelombang I ini tersebar di empat titik, mencakup Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, Kota Sabang, dan Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Ketua Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat UIN SUNA, Dr. Taufiq, S.H.I., M.A., menjelaskan bahwa kampus telah memperoleh informasi terkini mengenai kondisi mahasiswa. Untuk saat ini, fokus evakuasi diarahkan pada wilayah dengan akses sulit, yakni Aceh Tengah dan Bener Meriah.
“Alhamdulillah, berdasarkan laporan yang masuk melalui komunikasi ketua kelompok, seluruh mahasiswa KPM, termasuk yang tersebar di empat titik khususnya di Aceh Tengah dan Bener Meriah, dalam kondisi sehat,” ujar Dr. Taufiq, Jumat (5/12/2025).
Dr. Taufiq menambahkan bahwa komunikasi intensif terus dibangun untuk memfasilitasi proses evakuasi mahasiswa, terutama dari Aceh Tengah dan Bener Meriah yang mengalami kendala akses.
“Kami sudah menjalin komunikasi dengan TNI-Polri di Aceh Tengah dan Bener Meriah, serta pihak Bandara Malikussaleh untuk kemungkinan evakuasi menggunakan pesawat kargo. Kami masih menunggu kepastian dari pihak bandara,” jelasnya.
Untuk mempercepat koordinasi, identitas mahasiswa, termasuk nama dan nomor telepon, telah diserahkan kepada pihak bandara guna mempermudah kontak jika penerbangan logistik di Bandara Rembele dapat dilaksanakan.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN SUNA, Dr. Muhammad Anggung Manumanoso Prasetyo, M.Pd.I, turut mengantisipasi kesulitan jalur udara. Pihak kampus siap mengupayakan evakuasi melalui jalur darat, termasuk berjalan kaki, jika opsi penerbangan tidak memungkinkan.
Dengan sisa waktu KPM yang tinggal beberapa hari, pihak kampus terus memantau situasi di semua lokasi, memastikan keselamatan dan kelancaran kepulangan seluruh peserta KPM Mandiri. (HI)