Konsolidasi Humas PTKIN 2026: Angka PDSS Meningkat, Ketua PMB Sampaikan Apresiasi

www.uinsuna.ac.id – Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) menggelar agenda Konsolidasi Humas dalam rangka menyelaraskan strategi komunikasi dan percepatan finalisasi data siswa. Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. H. Abd Aziz, M.Pd.I, memberikan arahan strategis terkait capaian data dan langkah-langkah krusial selama PMB PTKIN 2026.

Dalam paparannya pada pembukaan, Prof. Abd Aziz mengungkapkan tren positif keterlibatan sekolah dalam basis data PMB PTKIN. Berdasarkan data Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), terdapat kenaikan jumlah sekolah yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun 2025 tercatat sebanyak 13.438 sekolah yang mengisi PDSS. Per tanggal 11 Februari 2026, angka ini telah melampaui capaian tersebut dengan total mencapai 14.500 sekian sekolah. Ini adalah sinyal positif bagi minat calon mahasiswa ke PTKIN,” ujar Prof. Abd Aziz di hadapan PJ Humas dari seluruh PTKIN seluruh Indonesia, pada Rabu (11/02/2026).

Ketua PMB PTKIN menjelaskan untuk mendukung kerja humas dan pengawasan data, kedepannya panitia telah menyediakan Dashboard Data yang menyajikan informasi secara real-time. Terkait sekolah yang berpotensi namun belum menyelesaikan tahap finalisasi, Prof. Abd Aziz mengimbau agar tim di daerah segera memberikan bantuan teknis.

"Sekolah-sekolah yang masih terkendala finalisasi bisa segera dibantu. Silakan berkoordinasi dengan Mas Haris, Ketua PJ TIK, agar seluruh proses administrasi siswa tidak terhambat," tambahnya.

Selain fokus pada PDSS, pertemuan ini juga membahas roadmap (peta jalan) menuju pelaksanaan Ujian Masuk (UM) PTKIN. Panitia berkomitmen untuk menjaga integritas dan aksesibilitas pendidikan.

Menghadapi tantangan digital, panitia nasional juga merumuskan strategi pemasaran melalui media sosial. Prof. Abd Aziz menekankan pentingnya ketelitian dalam memilih mitra promosi atau influencer yang berasal dari mahasiswa.

“Dalam memilih dan memilah influencer, kita harus sangat teliti. Prioritaskan mereka yang memiliki kredibilitas baik dan akun yang sudah terverifikasi atau centang biru” tutupnya. (NA)

Share this Post