Mahasiswa UIN SUNA Lhokseumawe Hadir sebagai Penguat Harapan Pascabencana

www.uinsuna.ac.id Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe berkomitmen memberikan dampak nyata kepada masyarakat dalam rangka pemulihan pascabencana Aceh.

Sebanyak 158 mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan yang tergabung dalam 16 kelompok resmi diberangkatkan untuk melaksanakan pengabdian di tujuh kabupaten/kota terdampak mulai tanggal 11 Februari hingga 8 Maret 2026.

Program ini menjadi ruang pemulihan harapan bagi masyarakat, terutama anak-anak yang terdampak bencana. Para mahasiswa nantinya akan terlibat langsung dalam kegiatan pendampingan akademik, psikososial, pembelajaran mengaji, serta aktivitas edukatif dan rekreatif guna membantu mengembalikan rasa aman dan semangat belajar.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN SUNA Lhokseumawe, Dr. M. Anggung M.P., M.Pd.I., menyampaikan bahwa KPM Tematik Kebencanaan dirancang sebagai program responsif yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat pascabencana.

“Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai relawan, tetapi sebagai penguat harapan. Mereka mendampingi masyarakat, khususnya anak-anak, agar dapat bangkit dan kembali menjalani aktivitas dengan semangat,” ujarnya.

Selain pendampingan psikososial, mahasiswa juga akan berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat, penyusunan profil desa, serta mendorong digitalisasi desa sebagai langkah pemulihan jangka panjang. Kehadiran mereka diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan riil masyarakat.

Sementara itu, Kapus Pengabdian Kepada Masyarakat (KPM), Dr. Taufiq, M.A program ini merupakan hasil seleksi ketat dari 47 kelompok pendaftar yang melibatkan 470 mahasiswa, hingga akhirnya terpilih 16 kelompok dengan total 158 mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan.

“Mereka akan ditempatkan di sejumlah wilayah seperti Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues.” Sebutnya.

Melalui pengabdian ini, UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe yang bertajuk sebagai “Kampus Peradaban” yang tidak hanya berfokus pada pendidikan di ruang kelas, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi. (AR)

Share this Post