Menag Hadirkan IGIC 2026 sebagai Ikhtiar Perdamaian Global, Prof. Danial Nyatakan Dukungan

www.uinsuna.ac.id - Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu (2/8/2026). Menurutnya, forum tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat peradaban Islam sekaligus membangun diplomasi perdamaian di tingkat global.

Prof. Danial menilai, inisiatif yang menghubungkan para imam masjid, akademisi, pemerintah, dan tokoh agama merupakan ikhtiar penting untuk memperkuat persaudaraan umat sekaligus memperkenalkan wajah Islam yang moderat, inklusif, dan membawa rahmat bagi seluruh alam.

"Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga ruang lahirnya ilmu pengetahuan, pemberdayaan umat, dialog, dan pembangunan peradaban. Karena itu, International Grand Imams Conference merupakan langkah visioner untuk memperkuat diplomasi keagamaan Indonesia dalam membangun perdamaian dunia melalui nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin," ujar Prof. Danial.

Ia berharap forum internasional tersebut mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis serta kerja sama nyata antarlembaga keagamaan, perguruan tinggi, dan para imam masjid dalam menjawab berbagai tantangan global, mulai dari konflik kemanusiaan, krisis moral, hingga penguatan harmoni sosial di tengah keberagaman.

Sebagai bagian dari rangkaian menuju International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, Kementerian Agama RI bersama IPIM akan menggelar dua agenda utama di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Agenda pertama adalah Seminar Nasional IGIC 2026 bertema "Masjid Harmony: Religious Diplomacy and Global Peace" yang diikuti sekitar 500 peserta pada pukul 13.40-15.00 WIB.

Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, BNPT, perguruan tinggi, BAZNAS RI, serta Pengurus Pusat IPIM. Forum ini dirancang sebagai ruang bertukar gagasan mengenai penguatan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan umat, moderasi beragama, dan diplomasi perdamaian global.

Ketua Steering Committee (SC) IGIC 2026, Irjen Pol. Dr. M. Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa rangkaian kegiatan tersebut menjadi langkah awal menuju penyelenggaraan International Grand Imams Conference 2026.
"Kami ingin menghadirkan semangat persatuan melalui masjid. Seminar menjadi ruang bertukar gagasan, sedangkan istighatsah dan tabligh menjadi momentum memperkuat ukhuwah serta doa bersama untuk Indonesia yang damai dan dunia yang harmonis," ujarnya, Sabtu (1/8/2026).

Setelah seminar, kegiatan dilanjutkan dengan Istighatsah dan Tabligh Akbar yang diperkirakan dihadiri sekitar 10.000 jamaah dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Rangkaian acara diawali dengan hadrah, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, doa bersama, laporan Ketua Steering Committee, sambutan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dan Gubernur Jawa Timur, kemudian Istighatsah yang dipimpin KH. Abdul Hamid, S.H., M.Si., sebelum ditutup dengan Tabligh Akbar oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.

Ketua Panitia IGIC 2026, H. Faried F. Saenong, Ph.D., berharap kegiatan tersebut menjadi awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat edukasi, persaudaraan, dan perdamaian dunia.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana, H. Mas'ud Halimin, M.Ag., memastikan seluruh persiapan teknis telah rampung. Ia mengajak masyarakat Jawa Timur untuk turut hadir menyukseskan kegiatan tersebut sebagai bagian dari syiar Islam yang menyejukkan sekaligus memperkuat persatuan bangsa.

Menutup keterangannya, Prof. Danial mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan akademisi, imam masjid, dan generasi muda, untuk menjadikan momentum Bridging to IGIC 2026 sebagai inspirasi dalam membangun peradaban Islam yang berorientasi pada ilmu pengetahuan, persaudaraan, dan kemaslahatan umat.

"Ketika masjid mampu menjadi pusat lahirnya ilmu, akhlak, dialog, dan kepedulian sosial, maka di situlah peradaban yang damai akan tumbuh. Semoga IGIC 2026 menjadi tonggak penting bagi lahirnya kolaborasi global yang membawa manfaat bagi umat manusia," pungkasnya. (AM)

Share this Post