PBAK 2026: Kabag ULA Imbau Mahasiswa Baru Kenali Jalur Layanan Kampus

www.uinsuna.ac.id – Rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe kembali berlanjut dengan menghadirkan materi mengenai tata kelola administrasi dan penguatan karakter mahasiswa. Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik (ULA) UINSUNA, Yusnidar, S.Ag., M.H., menyampaikan pemaparannya yang mengusung tema "Mahasiswa Mandiri: Kenali Layanan, Manfaatkan Peluang, Raih Prestasi."

Dalam kesempatan tersebut, Yusnidar menekankan pentingnya pemahaman terkait struktur dan urusan administrasi kampus sejak dini. Ia mengingatkan agar para mahasiswa baru tidak salah arah ketika hendak mengurus berbagai kebutuhan akademik maupun non-akademik selama menjalani perkuliahan di UINSUNA.

"Jangan sampai mahasiswa salah pintu dalam mengurus kebutuhannya. Kenali kewenangan setiap unit dan datanglah ke jalur layanan yang benar," ujar Yusnidar memaparkan alur birokrasi kampus.

Lebih lanjut, Kabag ULA menjelaskan bahwa setiap jenjang memiliki fungsi dan kewenangan tersendiri. Untuk urusan akademik serta proses perkuliahan harian, mahasiswa dapat langsung berkoordinasi dengan Program Studi masing-masing.

Sementara itu, pelayanan administrasi tingkat fakultas ditangani oleh Bagian Tata Usaha Fakultas. Untuk urusan yang menjadi kewenangan tingkat universitas atau biro, seluruhnya disalurkan melalui Bagian Umum dan Layanan Akademik dengan alur pelayanan yang terstruktur, mulai dari penyediaan informasi, prosedur teknis, pelaksanaan layanan, hingga penyelesaian masalah.

Menurutnya, mahasiswa nantinya akan berinteraksi erat dengan berbagai layanan seperti proses registrasi, penyusunan Kartu Rencana Studi (KRS), penerbitan Kartu Hasil Studi (KHS), penggunaan sistem informasi akademik SIAKAD, pembuatan surat keterangan akademik, layanan perpustakaan, hingga pusat informasi umum. Oleh karena itu, sikap proaktif dan mandiri sangat dibutuhkan dalam menghadapi dinamika dunia perkuliahan.

"Tidak perlu bingung. Kalau tidak tahu, bertanya, dan kalau ada masalah, carilah jalan penyelesaiannya. Manfaatkan layanan akademik dengan baik agar proses belajar kalian lebih lancar dan bermakna," tuturnya menyemangati peserta PBAK.

Selain tata kelola layanan, Yusnidar juga mengingatkan pentingnya kerapian dan kerapihan dokumen pribadi seperti Kartu Keluarga, KTP, dokumen pendidikan, serta berkas pendukung kondisi ekonomi. Perhatian khusus turut ia berikan kepada para calon pendaftar Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tahun 2026.

Ia menekankan lima nilai utama yang wajib dipegang teguh oleh pendaftar, yakni bersikap jujur dengan mengisi data sesuai keadaan sebenarnya, melengkapi seluruh berkas persyaratan, teliti mengikuti setiap petunjuk, waspada terhadap informasi tidak resmi, serta bertanggung jawab penuh atas bantuan yang diterima.

"KIP itu bukan sekadar bantuan, melainkan sebuah amanah. Jujurlah tentang kondisi sebenarnya dan gunakan bantuan tersebut untuk belajar serta berkembang," tegas Yusnidar di hadapan peserta.

Menutup pemaparannya, Kabag ULA membagikan lima kunci utama untuk menjadi mahasiswa mandiri di era perguruan tinggi. Ia merumuskan bahwa keberhasilan mahasiswa dimulai dari mengenali layanan, mengetahui tempat bertanya yang tepat, mengenali berbagai peluang, berani merebut peluang tersebut, hingga akhirnya berhasil meraih prestasi. "Dari Nahrasiyah menuju peradaban, semuanya dimulai dari Anda," ucapnya mengakhiri sesinya.(NA)

Share this Post