Milad ke-57, LPPM UIN SUNA Lhokseumawe Dorong Budaya Literasi Melalui Bedah Buku
www.uinsuna.ac.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar bedah buku akademik inspiratif dalam rangka memeriahkan Milad ke-57, Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Rektorat, Selasa (9/6/2026), diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi sebagai upaya memperkuat budaya literasi dan diskusi ilmiah di lingkungan kampus.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua karya akademik, yaitu buku Keuangan Publik Islam (Perspektif Lintas Generasi dan Kekinian) karya Ramadhan Razali, Lc., M.A., serta buku Patologi Sosial (Perspektif Sosiologi, Psikologi dan Konseling Islam) karya Dr. Abdul Mugni, M.A. Adapun pembedah buku adalah Almira Keumala Ulfah, M.Si., Ak., CA., ASEAN CPA, yang juga merupakan dosen sekaligus Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII).
Dalam pemaparannya, Almira menjelaskan bahwa buku Keuangan Publik Islam mengulas konsep keuangan publik Islam secara menyeluruh dengan menghubungkan perspektif klasik dan modern. Menurutnya, sistem fiskal Islam bertujuan mewujudkan keadilan sosial, pemerataan distribusi kekayaan, dan kesejahteraan umat. Buku tersebut membahas konsep dasar keuangan publik Islam, sejarah instrumen fiskal seperti zakat, kharaj, jizyah, dan baitul mal, hingga relevansinya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta kebijakan fiskal modern.
“Buku ini memiliki kekuatan pada aspek konseptual dan normatif serta sangat relevan bagi kalangan akademisi. Namun, diperlukan penguatan data empiris dan integrasi teknologi agar penerapannya semakin sesuai dengan kebutuhan era modern,” ujarnya.
Sementara itu, terkait buku Patologi Sosial, Almira menilai karya tersebut menyajikan pembahasan yang komprehensif dengan memadukan perspektif sosiologi, psikologi, dan nilai-nilai Islam. Buku ini mengulas berbagai bentuk permasalahan sosial, termasuk tantangan sosial di era digital, dampaknya terhadap masyarakat, serta solusi yang dapat ditempuh melalui konseling Islam dan penguatan kearifan lokal.
Ia menambahkan bahwa buku tersebut berhasil menghubungkan berbagai krisis sosial modern dengan pendekatan spiritual, psikologis, dan budaya. Meski demikian, penguatan pada aspek praktis dan kajian empiris masih diperlukan agar gagasan yang ditawarkan dapat lebih mudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, LPPM UIN SUNA Lhokseumawe berharap dapat menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang produktif sekaligus memperluas cakrawala keilmuan sivitas akademika. Bedah buku juga menjadi sarana untuk mendorong minat baca, budaya akademik, serta pengembangan tradisi intelektual di lingkungan kampus.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Mahasiswa yang hadir aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab sebagai bentuk partisipasi dalam memperkaya wawasan akademik dan memperdalam pemahaman terhadap isu-isu keilmuan yang dibahas dalam kedua buku tersebut.(HI)