Direktur Diktis Kemenag Beberkan 9 Prinsip Layanan Profetik di UIN Sultanah Nahrasiyah

www.uinsuna.ac.id - Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., memaparkan sembilan karakteristik manajemen dan layanan profetik yang harus diterapkan dalam pengelolaan perguruan tinggi Islam.

Hal itu disampaikannya saat memberikan pengarahan dalam agenda "Pembinaan Penguatan Kualitas Layanan Akademik dan Kelembagaan Berwawasan Masa Depan" di UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.

Prof. Sahiron menekankan bahwa pondasi utama dari layanan kenabian (profetik) adalah menata hati. "Mari kita memperbaharui niat untuk segala perbuatan dan perilaku kita. Jadikan setiap pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT," ujarnya.

Selain aspek spiritualitas, Prof. Sahiron merinci sembilan karakteristik utama dalam manajemen dan layanan profetik yang wajib diimplementasikan institusi:
    1.    Niat sebagai ibadah: Menjadikan seluruh aktivitas pekerjaan sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan.
    2.    Kepatuhan hukum (compliance to law): Pengelolaan dan pengaturan urusan organisasi harus didasarkan pada aturan yang berlaku.
    3.    Kemudahan layanan: Memberikan efisiensi dan tidak mempersulit urusan masyarakat atau mahasiswa.
    4.    Fungsi bimbingan: Aktif memberikan arahan dan bimbingan yang konstruktif.
    5.    Berorientasi solusi: Sigap mencari jalan keluar yang tepat ketika menghadapi permasalahan.
    6.    Keadilan: Memberikan pelayanan secara adil tanpa diskriminasi kepada semua orang.
    7.    Empati dan simpati: Memiliki kepedulian yang tinggi terhadap rekan sejawat maupun bawahan.
    8.    Berorientasi masa depan: Memiliki visi yang jelas untuk mengembangkan instansi.
    9.    Kreativitas: Selalu memunculkan inovasi dan daya cipta dalam bekerja.

Di lokasi yang sama, Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah menyambut baik arahan tersebut. Ia menyebut kehadiran pimpinan pusat memberikan energi positif bagi kampus yang tengah melakukan akselerasi mutu di berbagai lini.

Rektor melaporkan sejalan dengan instruksi Menteri Agama, bahwa saat ini UIN Sultanah Nahrasiyah juga sedang berfokus menerapkan kurikulum berbasis cinta. Penguatan karakter keagamaan juga digenjot lewat program Ma'had untuk menuntaskan kemampuan tahsin mahasiswa, termasuk menerapkan kebijakan wajib membaca Al-Qur'an selama 15 menit di awal setiap pertemuan kelas.

Di akhir sambutannya, Rektor berharap pembinaan ini mampu mengawal konsistensi seluruh sivitas akademika dalam menjaga mutu akademik dan kelembagaan secara berkelanjutan. (NA)

Share this Post