Prof. Danial: Dzikir Kebangsaan Wujud Syukur dan Ikhtiar Merawat Persatuan Indonesia

www.uinsuna.ac.id - Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Agama RI menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang menghadirkan tokoh lintas agama tersebut menjadi ikhtiar bersama memperkuat nilai spiritual, persatuan, dan semangat kebangsaan di tengah dinamika kehidupan berbangsa.

Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe, Prof.Dr.Danial, M.Ag., menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia tidak hanya diwariskan melalui perjuangan fisik para pahlawan, tetapi juga lahir dari kekuatan doa, persatuan, dan nilai-nilai keimanan yang telah menyatukan anak bangsa sejak awal berdirinya republik.

“Bangsa ini dibangun bukan hanya dengan tetesan keringat dan pengorbanan para pahlawan, tetapi juga dengan doa yang dipanjatkan tanpa henti. Oleh karena itu, zikir kebangsaan merupakan pengingat bahwa cinta kepada Indonesia harus selalu berjalan seiring dengan ketakwaan kepada Allah SWT. Nasionalisme dan religiusitas bukan dua hal yang dipertentangkan, melainkan saling menguatkan dalam menjaga keutuhan bangsa,” ujar Prof. Danial.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi mempunyai tanggung jawab moral untuk menanamkan semangat kebangsaan yang berpijak pada nilai-nilai Islam yang moderat, cinta tanah air, serta penghormatan terhadap keberagaman.

Menurutnya, filosofi Islam mengajarkan bahwa menjaga persatuan merupakan bagian dari amanah yang harus diwujudkan dalam kehidupan berbangsa. Oleh karena itu, momentum kemerdekaan hendaknya menjadi ruang refleksi bersama agar setiap warga negara memperkuat kepedulian sosial, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi Indonesia.

“Mencintai tanah air bukan sekedar slogan, tetapi diwujudkan melalui kejujuran, kepedulian, gotong royong, serta kesediaan merawat persaudaraan di tengah perbedaan. Ketika nilai-nilai Islam membentuk akhlak warga negara, maka Indonesia akan tumbuh menjadi bangsa yang kuat, damai, dan puncaknya,” tambahnya.

Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar Kementerian Agama RI merupakan bagian dari rangkaian Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia. Menteri Agama RI, Prof.Dr.KH. Nasaruddin Umar, MA, mengajak masyarakat menghadiri kegiatan yang menghadirkan Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta doa lintas agama sebagai simbol persatuan nasional.

Kegiatan tersebut diisi dengan khataman Al-Qur'an, salat Magrib berjemaah, hadrah, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, Selawat Kebangsaan, hingga doa bersama yang dipimpin para pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.


Prof Danial berharap semangat yang dibangun melalui Zikir dan Doa Kebangsaan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi budaya bersama dalam memperkuat karakter bangsa.

“Indonesia akan tetap kokoh apabila ilmu pengetahuan, nilai keagamaan, dan semangat kebangsaan berjalan beriringan. Dari sanalah lahir generasi yang mencintai tanah air, menghormati keberagaman, serta menjadikan persatuan sebagai kekuatan utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera,” tutupnya. (PAGI)

Share this Post