Rektor UIN SUNA Lhokseumawe Luncurkan PUSAKA Aceh, Perkuat Integrasi Syariah, Budaya, dan Digitalisasi

www.uinsuna.ac.id - Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., secara resmi meluncurkan Pusat Kajian Syariah dan Kearifan Aceh (PUSAKA Aceh) dalam rangkaian Seminar Nasional Milad ke-57 UIN SUNA Lhokseumawe. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Fakultas Syariah pada Rabu (10/6/2026) dan dihadiri sivitas akademika, akademisi, mahasiswa, serta peserta dari berbagai daerah secara luring maupun daring.

Peluncuran PUSAKA Aceh menjadi salah satu agenda penting dalam perayaan Milad ke-57 UIN SUNA Lhokseumawe. Kehadiran pusat kajian ini diharapkan menjadi ruang akademik yang mampu mengintegrasikan kajian syariah, kearifan lokal Aceh, dan perkembangan teknologi digital dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat kontemporer.

Dalam sambutannya, Prof. Danial menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika serta warga kampus yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan rangkaian kegiatan milad. Menurutnya, antusiasme yang ditunjukkan menjadi cerminan kuatnya rasa memiliki dan kecintaan terhadap institusi.

Ia menilai keterbatasan anggaran tidak menjadi hambatan bagi kampus untuk terus bergerak, berkreasi, dan menghadirkan berbagai kegiatan yang produktif bagi pengembangan akademik maupun kemahasiswaan.

"Ini merupakan bahasa cinta terhadap kampus. Dengan anggaran yang terbatas, kita mampu menghadirkan lebih dari 30 rangkaian kegiatan dalam menyambut Milad ke-57 UIN SUNA. Semangat kebersamaan dan pengabdian inilah yang menjadi kekuatan utama kita untuk terus berkembang," ujar Prof. Danial.

Menurutnya, peluncuran PUSAKA Aceh merupakan implementasi nyata dari visi dan misi UIN SUNA Lhokseumawe yang menekankan sinergi antara pengembangan akademik, pelestarian budaya, dan transformasi digital.

"PUSAKA Aceh bukan sekadar pusat kajian, tetapi ruang kolaborasi untuk mengembangkan khazanah keilmuan Islam dan kearifan Aceh agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Di sinilah akademik, budaya, dan digitalisasi bertemu untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Danial juga mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui berbagai aktivitas akademik maupun nonakademik. Ia menegaskan bahwa tantangan yang akan dihadapi generasi mendatang jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya, sehingga diperlukan kesiapan kompetensi dan kemampuan berkolaborasi.

"Masa depan akan menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan kolaborasi harus menjadi bekal utama bagi generasi muda. Tidak ada lagi keberhasilan yang dibangun secara individual, melainkan melalui kerja sama dan jejaring yang kuat," ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Prof. Danial mengutip sebuah ungkapan yang menurutnya relevan dengan semangat pengembangan kampus dan pembangunan sumber daya manusia.

"Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Namun jika ingin berjalan jauh dan memberi dampak yang lebih besar, berjalanlah bersama-sama," pungkasnya.

Peluncuran PUSAKA Aceh turut dirangkaikan dengan penyelenggaraan tiga seminar ilmiah berskala nasional dan internasional. Seminar tersebut meliputi Seminar Nasional Hukum Tata Negara (Siyasah) bertema “Dinamika Pemikiran Politik Islam Kontemporer: Perspektif Global dan Lokal”, Seminar Ilmu Falak bertema “Menelaah Manuskrip, Otoritas Ulama, dan Peran Organisasi Islam dalam Bidang Falak”, serta Seminar Nasional Hukum Keluarga Islam bertema “Kewenangan Mahkamah Syar'iyah dalam Penyelesaian Perkara Jinayat di Aceh”.

Seluruh kegiatan berlangsung secara luring dan hybrid dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi, lembaga, dan komunitas akademik. Melalui peluncuran PUSAKA Aceh dan penyelenggaraan seminar ilmiah tersebut, UIN SUNA Lhokseumawe menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tradisi akademik, melestarikan kearifan lokal, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam di Aceh maupun Indonesia. (AM)

Share this Post