Rektor UIN SUNA Lhokseumawe Paparkan Desain Kurikulum Studi Islam pada Workshop Pascasarjana IAIN Langsa
www.uinsuna.ac.id - Prof. Dr. Danial,M.Ag., Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, menjadi narasumber dalam Workshop Visi Keilmuan dan Kurikulum Program Doktoral Studi Islam IAIN Langsa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung Serbaguna pada Rabu, 13/5/2026.
Workshop ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas para dekan, wakil dekan I, unsur Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), ketua dan sekretaris program studi pascasarjana, dosen, tenaga kependidikan, administrator akademik, serta para pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rektor IAIN Langsa, Kepala Biro AUAK, dan Direktur Pascasarjana IAIN Langsa.
Dalam paparannya, Prof. Danial menekankan bahwa desain kurikulum program doktoral harus disusun berdasarkan landasan filosofis dan historis yang kuat, sekaligus responsif terhadap tantangan zaman.
“Desain kurikulum harus memiliki fondasi filosofis dan historis yang menjadi kekhasan perguruan tinggi. Kurikulum tidak hanya membedakan identitas institusi, tetapi juga harus melahirkan teori dan pendekatan yang mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat,” ujar Prof. Danial.
Menurutnya, pengembangan program studi harus mempertimbangkan kebutuhan masa kini dan masa depan agar lulusan yang dihasilkan tetap relevan dengan dinamika sosial, keilmuan, dan dunia kerja.
Jg
Prof. Danial juga menekankan pentingnya percepatan pengembangan sumber daya manusia, khususnya peningkatan jumlah guru besar di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Menurutnya, keberadaan guru besar memiliki peran strategis dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendorong lahirnya inovasi dan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan nasional. Selain itu, keberadaan guru besar juga menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan reputasi dan daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
“Kondisi ini harus menjadi pemacu semangat bagi kita untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan bangsa,” kata Prof Danial
Selain itu, Prof. Danial menjelaskan sejumlah regulasi pendidikan tinggi yang kini semakin fleksibel. Salah satunya, mahasiswa program doktor dapat mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi lain melalui skema kolaboratif tanpa harus terdaftar sebagai mahasiswa tetap di kampus tersebut.
Menutup pemaparannya, Prof. Danial mengajak sivitas akademika IAIN Langsa untuk memperhatikan aspek-aspek strategis yang mendukung kenyamanan dan keberlangsungan program doktoral, seperti penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang proporsional, komitmen kinerja dosen dalam mendampingi mahasiswa, serta penerapan tata kelola akademik yang humanis dan berorientasi pada mutu. (AM)