Rektor UIN SUNA Lhokseumawe Sambut Arahan Sekjen Kemenag, Dorong Penguatan Kolaborasi PTKIN
www.uinsuna.ac.id - Rektor Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag. menyampaikan pandangan positif terhadap arahan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, terkait penguatan kolaborasi antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama. Arahan tersebut disampaikan dalam Forum Rektor PTKIN yang berlangsung di Hotel Luminor Pecenongan, Jakarta, pada 14–15 April 2026.
Dalam keterangannya, Prof. Danial menilai bahwa penguatan sinergi lintas kelembagaan merupakan langkah strategis dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi keagamaan kepada masyarakat.
“Penguatan kolaborasi ini menjadi ruang yang penting untuk terus dioptimalkan, terutama dalam menghadirkan program-program yang terarah dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekjen Kemenag menekankan pentingnya kolaborasi strategis sebagai upaya memperkuat peran kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik. Berdasarkan survei Cyrus Network, Kementerian Agama menempati posisi kedua tingkat popularitas kementerian/lembaga setelah Kementerian Keuangan. Capaian tersebut dinilai sebagai prestasi sekaligus tantangan untuk terus meningkatkan kinerja.
Menanggapi hal itu, Prof. Danial berpandangan bahwa capaian tersebut dapat menjadi motivasi bersama bagi PTKIN untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, PTKIN tetap memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang relevan dengan dinamika zaman, termasuk dalam penguatan tafaqquh fid din.
“Peran ini perlu terus dijaga dan dikembangkan secara adaptif, sehingga keilmuan yang dihasilkan tetap kontekstual dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Prof Danial juga menyambut baik kebijakan pemerintah terkait pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren serta penguatan Ma’had Aly sebagai bagian dari upaya mencetak ulama yang mendalam keilmuannya.
Selain itu, ia menilai program ekoteologi yang disampaikan Sekjen Kemenag sebagai gagasan yang relevan dengan tantangan lingkungan saat ini. Menurutnya, implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kesadaran lingkungan dapat menjadi pendekatan yang efektif di lingkungan kampus.
“Pendekatan ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya kampus yang lebih peduli terhadap lingkungan, sekaligus memberi contoh yang baik bagi masyarakat,” ungkapnya.
Terkait potensi filantropi Islam, seperti zakat dan wakaf, Prof Danial memandang bahwa pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi penguatan pendidikan dan kesejahteraan umat.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam pengelolaan zakat dan wakaf, seiring dengan meningkatnya potensi sektor tersebut.
Lebih lanjut, Prof Danial menilai bahwa kerja sama antara PTKIN dan Kanwil Kemenag dapat terus diperluas ke berbagai bidang, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan edukasi keagamaan.
“Sinergi yang terbangun diharapkan dapat terus berkembang dan memberi dampak yang lebih luas, terutama dalam merespons berbagai persoalan sosial keagamaan di masyarakat,” tutupnya. (AM)