Buka Coaching KPM 2026, Kepala Biro UIN SUNA Tekankan Etika dan Program Berdampak

www.uinsuna.ac.id — Kepala Biro Akademik, Keuangan dan Umum Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Akly Zikrullah, S.Ag., M.H., mengingatkan mahasiswa peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) agar menjaga nama baik almamater serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga menjadi teladan dengan menjunjung tinggi adab, etika, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Sultanah Nahrasiyah.

Pesan tersebut disampaikan Akly saat membuka kegiatan Coaching KPM yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kampus UIN SUNA, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu pembekalan bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat untuk melaksanakan pengabdian di gampong masing-masing.

Dalam arahannya, ia mengatakan bahwa mahasiswa harus mampu menempatkan diri dengan baik ketika berada di lingkungan masyarakat yang memiliki adat istiadat dan budaya berbeda. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga merepresentasikan nama baik institusi dan nilai-nilai sejarah yang melekat pada UIN Sultanah Nahrasiyah.

"Ketika berada di gampong orang, jadilah mahasiswa yang mampu menjadi teladan. Kalian membawa nama besar kampus dan nama besar seorang ratu di Samudra Pasai, yaitu Sultanah Nahrasiyah. Sehingga, jagalah adab dan etika, serta hormati dan patuhi adat istiadat maupun budaya masyarakat setempat," tegasnya.

Selain menjaga sikap dan perilaku, ia juga mendorong mahasiswa untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat, perangkat gampong, serta berbagai unsur lainnya. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam merancang dan menjalankan program kerja agar sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan setempat.

Ia juga mengingatkan agar program kerja KPM tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial untuk memenuhi kewajiban akademik. Sebaliknya, setiap program harus dirancang secara terarah, memberikan manfaat nyata, dan memiliki dampak berkelanjutan sehingga hasil pengabdian mahasiswa tetap dapat dirasakan masyarakat meskipun masa KPM telah berakhir.

Lebih lanjut, Akly menekankan pentingnya edukasi keagamaan sebagai salah satu bentuk kontribusi mahasiswa selama menjalankan pengabdian. Melalui berbagai kegiatan keagamaan, mahasiswa diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat penerapan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap mahasiswa peserta KPM mampu menjalankan amanah pengabdian dengan penuh tanggung jawab, menjaga keharmonisan dengan masyarakat, serta menghadirkan program-program yang bermanfaat. Dengan demikian, kehadiran mahasiswa UIN SUNA tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat. (HI)

Share this Post