UIN SUNA Lhokseumawe Bekali 768 Mahasiswa KPM, Fokus Ekoteologi dan Digitalisasi Gampong
www.uinsuna.ac.id - Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar Coaching Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tahun Akademik 2026–2027 diikuti oleh 768 mahasiswa di Serbaguna, Selasa (3/11/2026). Bertajuk “Menata Potensi Gampong Berbasis Ekoteologi dan Digitalisasi Tata Kelola Menuju Kemandirian yang Berkearifan Lokal”.
Coaching tersebut menjadi tahap pembekalan bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta dipersiapkan untuk memahami karakteristik sosial dan budaya masyarakat setempat, mematangkan rancangan program kerja, serta mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi gampong sebagai sasaran pengabdian.
Dalam laporannya, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN SUNA Lhokseumawe, Dr. M. Anggung Manumanoso Prasetyo, M.Pd.I., menekankan pentingnya kesungguhan mahasiswa dalam menjalankan setiap tahapan pengabdian. Menurutnya, KPM merupakan momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang selama ini diperoleh di bangku perkuliahan.
Ia mengingatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menuntut keterlibatan, kreativitas, dan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan masyarakat.
“Mengabdi harus semangat, penuh keringat. Ini pengabdian, bukan kerja kantoran,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum (AKU) UIN SUNA Lhokseumawe, H. Akly, S.Ag., M.H., mengajak mahasiswa untuk menjaga sikap dan perilaku selama berada di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap peserta KPM merupakan representasi kampus yang membawa nama baik dan nilai-nilai kelembagaan UIN SUNA Lhokseumawe.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menjalankan program kerja, tetapi juga harus menjadi teladan melalui sikap santun, kemampuan beradaptasi, serta kontribusi nyata bagi lingkungan tempat mereka mengabdi.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan program-program Kementerian Agama, seperti Kemenag Berdampak dan ekoteologi, ke dalam kegiatan pengabdian. Dengan demikian, program KPM diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menghasilkan manfaat berkelanjutan.
“KPM harus memberikan dampak, menyentuh kebutuhan masyarakat, meninggalkan bekas, dan bermanfaat dalam jangka panjang,” tegasnya saat membuka kegiatan.
Coaching KPM berlangsung selama dua hari, 3–4 November 2026, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari instansi eksternal, di antaranya Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominsa) Aceh Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, serta media Aceh Jurnal Nasional Network (AJNN).
Materi pembekalan diarahkan untuk memperkuat kesiapan mahasiswa dalam memahami dinamika masyarakat, mengembangkan potensi lokal, serta merancang program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan gampong.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan UIN SUNA Lhokseumawe, para dekan, serta pimpinan lembaga terkait di lingkungan kampus.
Usai mengikuti pembekalan, 768 mahasiswa peserta KPM akan diterjunkan ke 41 gampong yang tersebar di Kecamatan Paya Bakong dan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara. Pelaksanaan pengabdian dijadwalkan berlangsung selama 35 hari, mulai 5 November hingga 9 Desember 2026.
Melalui KPM tahun ini, UIN SUNA Lhokseumawe berharap mahasiswa mampu menjadi bagian dari penggerak pembangunan masyarakat dengan mengedepankan potensi lokal, kepedulian terhadap lingkungan melalui pendekatan ekoteologi, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendorong tata kelola gampong yang lebih baik dan mandiri. (AM)