Dosen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Lolos Short Course Akademik Kemenag RI ke Belanda
www.uinsuna.ac.id - Dosen Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe, Dr. Saifuddin Dhuhri, Lc., MA., berhasil lolos sebagai penerima Bantuan Short Course Overseas Academic Skill Writing Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kepastian tersebut tertuang dalam Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor 5875 Tahun 2026 tentang Penerima Bantuan Short Course Overseas Academic Skill Writing Tahun Anggaran 2026.
Saifuddin merupakan satu dari empat penerima bantuan yang ditetapkan Kementerian Agama RI. Dalam keputusan tersebut, ia memperoleh dukungan pendanaan sebesar Rp100 juta untuk menunjang pelaksanaan program akademik yang diajukannya.
Dalam proposalnya, Saifuddin mengangkat tema “Strengthening International Academic Writing Capacity for Publication on Colonial Knowledge and Muslim Subjectivity: A Foucauldian Re-reading of De Atjeher.” Kajian tersebut berfokus pada penguatan kemampuan penulisan akademik internasional sekaligus menelaah konstruksi pengetahuan kolonial dan subjektivitas Muslim melalui perspektif pemikiran Michel Foucault.
Saifuddin mengatakan capaian tersebut memiliki arti penting, baik bagi pengembangan karier akademiknya maupun bagi penguatan reputasi institusi.
“Capaian ini penting bagi pengembangan karier dosen sekaligus sejalan dengan visi UIN SUNA untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dan kompetitif di tingkat internasional,” ujar Saifuddin.
Ia menjelaskan, proses seleksi program berlangsung cukup ketat. Persyaratan administrasi, antara lain, mengharuskan peserta memiliki sertifikat IELTS dengan skor minimal 7,0 serta draft artikel akademik yang telah matang. Pada tahap wawancara, peserta juga diuji kemampuan bahasa Inggris dan penguasaan terhadap sumber berbahasa Belanda yang menjadi bagian dari objek kajiannya.
Menurut Saifuddin, tema penelitian yang diajukannya berangkat dari persoalan konstruksi pengetahuan kolonial yang dinilai masih memiliki pengaruh terhadap kesadaran kolektif masyarakat. Kajian tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam memahami sejarah, subjektivitas Muslim, dan proses dekolonisasi pengetahuan di Aceh.
“Bagi saya, program ini juga melengkapi kajian sebelumnya karena penelitian ini menelaah fase kolonial Belanda di Aceh yang memiliki problematika dan isu berbeda dari masa kejayaan Kesultanan Aceh,” katanya.
Penelitian tersebut akan dikembangkan melalui proses rekonstruksi dan penyempurnaan artikel akademik sebelum dan sesudah pelatihan. Saifuddin juga akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas pemahaman terhadap koleksi dan kajian kolonial melalui pakar yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan dosen mengikuti program akademik internasional merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat budaya akademik di lingkungan kampus.
“Kami mengapresiasi capaian Dr. Saifuddin Dhuhri. Program seperti ini penting untuk meningkatkan kapasitas dosen, memperluas jejaring akademik, dan mendorong lahirnya karya ilmiah yang berkualitas serta memiliki daya jangkau internasional,” ujar Prof. Danial.
Rektor berharap pengalaman dan kompetensi yang diperoleh Saifuddin nantinya dapat memberikan manfaat lebih luas bagi sivitas akademika UIN SUNA, khususnya melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan bagi dosen lainnya.
“Kami berharap kompetensi yang diperoleh dapat dibagikan kepada dosen-dosen lain, terutama dosen muda, sehingga manfaat program ini turut memperkuat ekosistem riset dan publikasi di UIN SUNA,” lanjutnya.
Saifuddin sendiri menilai program tersebut tidak hanya berdampak pada pengembangan kapasitas personal, tetapi juga membuka peluang untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi akademik di lingkungan kampus.
“Kompetensi yang diperoleh nantinya dapat kami kontribusikan melalui pembinaan dan pendampingan bagi dosen-dosen muda di UIN SUNA,” ujarnya.
Program Short Course Overseas Academic Skill Writing merupakan salah satu bentuk dukungan Kementerian Agama RI dalam meningkatkan kemampuan akademik dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, terutama dalam penulisan dan publikasi ilmiah.
Bagi UIN SUNA Lhokseumawe, capaian tersebut menjadi bagian dari ikhtiar dan aksi yata mewujudkan visi untuk menjadi kampus yang unggul di Asia Tenggara dan Berdaya saing global dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia, budaya riset, dan publikasi ilmiah. (AM)