UIN SUNA Susun Roadmap Riset Berbasis SDGs, Integrasikan Nilai Sultanah Nahrasiyah
www.uinsuna.ac.id - Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Roadmap Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), Senin (28/9/2026).
Berlangsung di Aula Pascasarjana Lantai III tersebut menghadirkan Prof. Dr. Eka Srimulyani sebagai pemateri. Dalam kegiatan itu, peserta diajak menyusun roadmap penelitian dan pengabdian yang selaras dengan arah pengembangan keilmuan masing-masing program studi serta mendukung pencapaian SDGs.
Kepala LPPM UIN SUNA, Dr. Muhammad Anggung Manumanoso Prasetyo, mengatakan penyusunan roadmap tersebut dilandasi tiga aspek utama, yakni ekosistem data penelitian dan pengabdian, landasan formal, serta pertimbangan operasional.
“Pertama, kita membangun ekosistem data penelitian dan pengabdian berbasis SDGs. Pengabdian merupakan tindak lanjut dari penelitian dan menjadi salah satu output dari proses tersebut,” ujar Anggung dalam sambutannya.
Menurutnya, dari sisi landasan formal, roadmap yang disusun nantinya menjadi acuan bersama dalam membangun database penelitian, baik di tingkat LPPM maupun program studi.
Roadmap tersebut juga diharapkan dapat menciptakan standar yang sama dalam pelaksanaan penelitian dan pengabdian.
“Pemilihan tema-tema penelitian untuk mahasiswa S1, S2, dan S3 juga mengacu kepada roadmap yang telah disusun,” katanya.
Sementara dari aspek operasional, Anggung menyampaikan bahwa roadmap tersebut akan dibukukan dan didaftarkan ISBN melalui Penerbit Nahrasiyah.
“Roadmap ini akan menjadi arah data dalam pengambilan kebijakan sekaligus standar acuan masing-masing program studi dalam menyusun penelitian,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UIN SUNA, Dr. Darmadi, M.Si., saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa penyusunan roadmap tersebut mengingatkan pada pentingnya Rencana Induk Pengembangan (RIP) sebagai acuan pengembangan penelitian perguruan tinggi.
Ia menilai roadmap penelitian perlu dikembangkan dengan mengintegrasikan identitas UIN SUNA dan nilai-nilai Sultanah Nahrasiyah ke dalam berbagai disiplin ilmu di setiap fakultas.
Darmadi menjelaskan, rencana pengembangan mata kuliah Sultanah Nahrasiyah nantinya tidak semata-mata membahas sosok Sultanah Nahrasiyah, tetapi mengkaji nilai dan relevansinya disiplin ilmu masing-masing fakultas.
“Di FTIK nantinya bisa mengupas dari aspek pendidikan, di FASYA tentang pelaksanaan hukum, FUAD membahas dari segi dakwah dan keagamaan, sedangkan FEBI dapat mengkaji sistem ekonomi,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan kajian Sultanah Nahrasiyah serta mendukung hal tersebut, keberadaan Pusat Kajian Sultanah Nahrasiyah diharapkan menjadi salah satu rujukan dalam memperoleh informasi dan edukasi mengenai nilai-nilai ke-Nahrasiyah-an.
Dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, Warek III menekankan bahwa identitas Sultanah Nahrasiyah tidak cukup hanya melekat pada nama universitas, tetapi perlu diwujudkan melalui kegiatan nyata.
“Kampus UIN tidak hanya menambahkan namanya. Ruang pengabdian perlu dijadikan sebagai bentuk pengabdian baru, salah satunya melalui kegiatan yang bertemakan Nahrasiyah,” pintanya. (AR)