Sesditjen Pendis Paparkan Roadmap Strategis PTKI 2024–2045 di UIN SUNA Lhokseumawe

www.uinsuna.ac.id - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Sesditjen Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag memaparkan roadmap strategis pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) 2024–2045. Hal itu disampaikan di hadapan para pimpinan dan kepala Lembaga di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.

Kegiatan tersebut dalam rangka Pembinaan Penguatan Kualitas Layanan Institusi, Jumat (25/9/2026). berlangsung di Operation setempat.

Selain itu, rangkaian kunkernya akan melakukan monitoring rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Aceh di sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang telah menerima bantuan pemerintah.

Prof. Arskal menyebut 2045 menjadi salah satu rujukan dalam arah pembangunan peradaban dan pengembangan pendidikan tinggi Islam.

Dalam paparannya, Arskal menjelaskan empat fase roadmap strategis PTKI serta lima pilar strategi pengembangan yang berjalan lintas fase dan saling memperkuat.

Salah satu pilar yang disampaikan adalah transformasi kurikulum berbasis cinta, dari pendekatan yang bersifat formalitas menuju penerapan yang lebih substantif dalam proses pendidikan.

Ia juga mendorong UIN SUNA Lhokseumawe untuk membaca perkembangan zaman melalui pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurutnya, perubahan teknologi juga menuntut dosen untuk terus meningkatkan kapasitas dan menguasai teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

“Di era digital saat ini, kita perlu mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Selain pengembangan kurikulum dan SDM, Arskal menekankan pentingnya riset dan inovasi untuk mendukung peningkatan publikasi ilmiah. Internasionalisasi PTKI juga perlu diperkuat melalui program seperti double degree, pertukaran mahasiswa, dan pertukaran dosen lintas negara.

Kemudian aspek penguatan karakter, ia menyampaikan pentingnya ma’hadanisasi sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa. Literasi digital juga perlu disertai penguatan akhlak dan etika Islam.

Ia juga menyoroti kualitas input mahasiswa, termasuk kemampuan membaca Al-Qur’an. Penguatan program ma’had dapat menjadi salah satu bagian dari pembinaan kemampuan akademik sekaligus karakter mahasiswa.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Arskal turut mengapresiasi capaian akreditasi Unggul UIN SUNA Lhokseumawe. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal awal bagi institusi untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan.

“Mutu dan akreditasi institusi yang telah terakreditasi Unggul ini merupakan modal awal untuk menjaga mutu, di samping beberapa program studi yang telah terakreditasi Unggul,” katanya.

Sementara itu, Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., menyambut baik kegiatan pembinaan tersebut. Ia berharap agenda tersebut dapat memperkuat sinergi antara UIN SUNA Lhokseumawe dengan Kementerian Agama sekaligus memberikan arah bagi pengembangan institusi.

Dalam kesempatan itu, Rektor menyampaikan perkembangan persiapan pembukaan program studi umum serta penguatan riset dan publikasi di lingkungan UIN SUNA Lhokseumawe. (AR)

Share this Post