Ekoteologi Kemenag, Rektor UIN SUNA Lhokseumawe: Aksi Nyata Merawat Semesta
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., memimpin penanaman 26 bibit pohon tabebuya sebagai bagian dari penguatan ekoteologi Kementerian Agama RI, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di pekarangan Gedung Biro Rektorat UIN SUNA tersebut diikuti oleh Wakil Rektor I Dr. Iskandar, M.Si., Wakil Rektor II Dr. Said Alwi, M.A., Wakil Rektor III Dr. Darmadi, M.Si., Kepala Bagian Akademik dan Umum Yusnidar, S. Ag., M.H., serta seluruh CPNS Formasi 2024 yang akan dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) 100 persen.
Penanaman pohon ini menjadi bagian dari agenda penguatan ekoteologi Kementerian Agama RI sekaligus wujud rasa syukur para CPNS menjelang pengangkatan penuh sebagai aparatur sipil negara.
Dalam arahannya, Prof. Danial menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai ekoteologi yang mengintegrasikan dimensi keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
“Ekoteologi tidak berhenti pada konsep, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menjaga dan merawat alam,” ujarnya.
Ia menekankan, terdapat dua langkah utama dalam menjaga keseimbangan lingkungan, yakni merawat apa yang telah ada serta menanam kembali sebagai bentuk tanggung jawab manusia terhadap alam.
“Ada dua hal dalam merawat alam, yaitu menjaga apa yang telah Allah ciptakan serta menanam pohon baru untuk menciptakan keseimbangan dan keindahan semesta,” kata Prof. Danial.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa alam memiliki peran vital dalam kehidupan manusia. Upaya menjaga kelestarian lingkungan, menurutnya, tidak hanya berdampak pada pencegahan bencana, tetapi juga meningkatkan kualitas kenyamanan hidup.
Sebanyak 26 pohon tabebuya berbunga kuning dipilih dalam kegiatan ini bukan tanpa alasan. Selain memiliki nilai ekologis dan estetika, warna kuning pada bunga tabebuya merepresentasikan filosofi warna kuning dalam logo UIN SUNA yang berpadu dengan biru, sehingga diharapkan dapat menjadi ciri khas visual kampus di masa mendatang.
Ke depan, pohon-pohon tersebut akan dirawat secara bersama oleh para peserta dan pihak kampus guna mewujudkan lingkungan kampus yang asri dan indah.
Menutup kegiatan, Prof. Danial berharap para CPNS yang segera diangkat menjadi PNS 100 persen dapat terus melahirkan gagasan dan aksi nyata dalam memperkuat nilai-nilai ekoteologi, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. (AM)