Mahasiswa UINSUNA Lhokseumawe, Paparkan Peran Media Tafsir dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

www.uinsuna.ac.id — Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Raifatul Rifka, mengungkapkan bahwa kajian tafsir memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pemateri dalam Webinar Nasional bertajuk “Tafsir dan Ekologi: Menimbang Dinamika Lingkungan Indonesia dalam Kacamata Mahasiswa Ilmu Tafsir” yang digelar Nalar Tafsir bekerja sama dengan Nalar Times, Sabtu (4/7/2026).

Webinar yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut membahas hubungan antara nilai-nilai Al-Qur’an dengan persoalan ekologi yang berkembang di Indonesia. Dalam kegiatan itu, Raifatul menyampaikan materi berjudul “Peran Media Tafsir dalam Membangun Kesadaran Lingkungan”.

Raifatul Rifka menjelaskan, tafsir memiliki ruang yang luas untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam. Menurutnya, pesan-pesan Al-Qur’an tentang lingkungan perlu terus dikembangkan melalui berbagai media agar lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Media tafsir memiliki peran strategis dalam menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an terkait pelestarian lingkungan kepada masyarakat,” ujar Rifka.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital menjadi peluang besar dalam memperluas akses terhadap kajian tafsir. Melalui media digital, nilai-nilai Al-Qur’an dapat disampaikan dengan cara yang lebih relevan bagi masyarakat modern.

“Perkembangan media digital menjadi peluang untuk menghadirkan kajian tafsir yang lebih mudah diakses sehingga pesan-pesan Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” Ujarnya.

Rifka menambahkan, webinar tersebut merupakan bagian dari program diskusi bulanan Nalar Tafsir yang menjadi wadah bagi mahasiswa, akademisi, dan pemerhati kajian tafsir untuk membahas berbagai persoalan kontemporer melalui perspektif Al-Qur’an.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan pemaparan materi dari para narasumber, kemudian dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif bersama peserta. Webinar ini menjadi ruang penguatan kajian tafsir dalam merespons isu lingkungan serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian ekologi.(HI)

Share this Post