Menag Tetap Fokus Jalankan Amanah Negara, Prof Danial: Kepentingan Umat Harus Diutamakan

www.uinsuna.ac.id - Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar ditegaskan akan tetap fokus menjalankan amanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan, memperkuat kerukunan umat beragama, serta mengembangkan pendidikan agama dan keagamaan di Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin di Jombang, Kamis (27/8), di tengah munculnya dukungan agar Menag Nasaruddin Umar ikut dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU.

Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Prof. Dr. Danial, M.Ag menyambut baik penegasan tersebut dan menilai fokus Menteri Agama dalam menjalankan tugas kenegaraan merupakan bagian penting dari upaya memperkuat pembangunan kehidupan beragama di Indonesia. Menurutnya, Kementerian Agama memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan pembinaan umat, penguatan pendidikan keagamaan, serta terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis terus berjalan secara berkesinambungan.

“Menteri Agama diberikan amanah besar oleh president untuk membina kehidupan beragama dan kerukunan umat beragama di nusantara. fokus pada menjalan amanah tersebut tentu menjadi keutamaan dalam mewujudkan pelayanan keagamaan serta pendidikan yang semakin berkualitas bagi masyarakat” Ujar prof Danial

Prof Danial menjelaskan bahwa dinamika organisasi kemasyarakatan keagamaan, termasuk Nahdlatul Ulama (NU), merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan kehidupan sosial dan keagamaan di Indonesia. Meski demikian, berbagai dukungan dan aspirasi yang berkembang dalam momentum Muktamar NU perlu disikapi secara proporsional agar tidak mengganggu fokus Menteri Agama dalam menjalankan tugas pemerintahan serta memberikan pelayanan publik sebagai bagian dari tanggung jawabnya.

“Kami sangat mengapresiasi dan menghormati seluruh aspirasi yang berkembang dalam Muktamar NU. Namun, amanah sebagai Menteri Agama merupakan tanggung jawab negara yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh. Keduanya dapat berjalan sesuai porsinya dengan tetap mengutamakan kepentingan bangsa dan umat,” tegasnya.

lebih lanjut Prof Danial menilai sinergi Kementerian Agama dengan organisasi kemasyarakatan keagamaan perlu terus diperkuat untuk menjaga kerukunan dan moderasi beragama. Menurutnya, pemerintah membutuhkan kolaborasi dengan organisasi keagamaan, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

“sinergi antara kementerian agama dengan organisasi keagaaman harus terus dijaga, berbeda  pilihan merupakan hal yang wajar etapi persatuan, kerukunan, dan kemanfaatan bagi masyarakat harus menjadi kepentingan utama dan bersama,” katanya.

Prof Danial juga menegaskan, perguruan tinggi keagamaan Islam memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Kampus tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga generasi berkarakter, berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan mampu menjadi penggerak kerukunan di tengah masyarakat.

Ia berharap Muktamar ke-35 NU di Jombang melahirkan kepemimpinan dan program kerja yang semakin memperkuat kontribusi NU bagi umat dan bangsa. Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat moderasi beragama, serta mendukung pembangunan melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

“Apa pun hasil Muktamar ke-35 NU, kami berharap kepemimpinan yang lahir mampu membawa NU semakin kuat dalam memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara. Di sisi lain, Kementerian Agama harus tetap fokus menjalankan mandatnya, terutama dalam meningkatkan pelayanan keagamaan, pendidikan, dan kerukunan umat beragama,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin. Ia menegaskan, Menag Nasaruddin Umar akan tetap fokus menjalankan tugas pemerintahan sekaligus melanjutkan pengabdiannya kepada NU dalam kapasitas apa pun. Kemenag, kata dia, juga akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh organisasi kemasyarakatan keagamaan untuk menjaga kerukunan dan kehidupan umat sebagai bagian penting dari pembangunan nasional. (AM)

Share this Post