PBAK 2026 : UINSUNA Lhokseumawe Ajak Mahasiswa Baru Peduli Lingkungan
www.uinsuna.ac.id — Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe akan melaksanakan gerakan penanaman pohon bersama mahasiswa baru sebagai bagian dari rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026. Kegiatan tersebut akan berlangsung pada Jumat (4/9/2026)
Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen UINSUNA Lhokseumawe dalam mendukung Asta Program Prioritas Menteri Agama Republik Indonesia, khususnya program Ekoteologi melalui aksi nyata penghijauan di lingkungan kampus.
Penanaman pohon akan dilaksanakan setelah seluruh rangkaian kegiatan PBAK 2026 selesai. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diajak untuk terlibat langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun kesadaran ekologis sebagai bagian dari budaya akademik di UINSUNA Lhokseumawe.
Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Fauzan Azima, menyampaikan bahwa program penanaman pohon tersebut merupakan bentuk dukungan mahasiswa dan kampus terhadap upaya menjaga lingkungan serta mendukung program Ekoteologi yang dicanangkan Kementerian Agama RI.
“Program penanaman pohon ini merupakan bentuk dukungan UINSUNA Lhokseumawe dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung program Kementerian Agama RI,” ujar Fauzan Azima.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga bertujuan mengenalkan mahasiswa baru terhadap pentingnya kepedulian lingkungan sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki tanggung jawab dalam menjaga lingkungan sekitar.
“Mahasiswa baru nantinya akan diminta membawa satu pohon dalam setiap kelompok. Setelah pembagian kelompok dilakukan, akan terdapat 30 kelompok, sehingga ada 30 pohon yang akan ditanam di lingkungan kampus,” jelas Fauzan.
Melalui gerakan penghijauan ini, UINSUNA Lhokseumawe berharap mahasiswa baru dapat memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari nilai kehidupan akademik dan keagamaan. Kegiatan tersebut juga menjadi langkah nyata kampus dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang hijau, nyaman, dan berkelanjutan.(HI)