UIN Sultanah Nahrasiyah Gelar FGD Standardisasi Layanan Akademik, Dorong Optimalisasi Birokrasi
www.uinsuna.ac.id – Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penyelarasan Proses Bisnis dan Standardisasi Layanan Akademik Lintas Unit pada Rabu, (21/10/2026). Kegiatan yang bertempat di Operation Room Lantai II Gedung Biro Rektorat tersebut dihadiri oleh 20 peserta dari empat fakultas, pascasarjana dan unit layanan akademik kampus.
FGD yang dibuka secara resmi oleh Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., ini diinisiasi oleh Yusnidar, S.Ag.,M.H., serta didampingi tim efektif yang merupakan bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXX, dengan Dr. Ja’far, M.A., Dekan Fakultas Syariah, bertindak sebagai fasilitator kegiatan.
Dalam arahannya saat membuka acara, Rektor menegaskan pentingnya keterlibatan aktif para operator dan pengelola layanan akademik untuk membenahi tata kelola layanan di lingkungan UIN SUNA Lhokseumawe. Rektor berharap para peserta FGD dapat memberikan masukan, koreksi, serta solusi perbaikan yang berfokus pada tiga elemen utama, yakni sumber daya, proses bisnis, dan pemanfaatan teknologi.
"Kita mengharapkan lahirnya layanan akademik yang terstandar dengan proses yang cepat, mudah, dan murah. Hasil dari FGD ini harus segera ditindaklanjuti dalam pelayanan operasional harian di setiap unit," ujar Prof. Danial.
Rektor juga menambahkan bahwa FGD ini ditargetkan menghasilkan rumusan sementara mengenai penetapan aktor kunci yang terlibat aktif dalam pemberian layanan, kepastian alur proses, serta optimalisasi teknologi informasi hingga kecerdasan buatan (AI) guna mempermudah urusan dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa.
Sesi dilanjutkan dengan pemaparan dari Yusnidar, S.Ag., M.H., yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik. Ia mengulas berbagai isu mendasar berdasarkan hasil wawancara dengan para penanggung jawab (PIC) di tingkat fakultas. Beberapa topik utama yang dibahas meliputi kesenjangan kondisi lapangan pada layanan surat aktif kuliah, pelaksanaan sidang, pendaftaran wisuda, hingga implementasi Layanan Tanda Tangan Elektronik (TTE). Selain itu, dibahas pula mengenai penentuan unit yang bertanggung jawab secara teknis dalam alur prosedur sidang.
"FGD ini dilaksanakan untuk menyelaraskan seluruh alur dan prosedur yang ada di fakultas maupun universitas, sehingga seluruh layanan akademik memiliki satu standar baku yang konsisten dan efisien," jelas Yusnidar dalam pemaparannya.