Video “Nomophobia” Karya Mahasiswa UIN SUNA Lhokseumawe Raih Juara 2 Nasional
www.uinsuna.ac.id – Di tengah arus digitalisasi yang kian masif, isu kecanduan gawai atau nomophobia menjadi perhatian serius. Membuat salah satu mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Suarakan kegelisahan generasi muda terhadap ketergantungan pada ponsel lewat karya videonya berjudul "Nomophobia: Ketika Kita Takut Jauh dari Gawai".
Karya tersebut menghantarkan Nurul Fadilah, mahasiswa semester 4 Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) meraih juara 2 tingkat nasional.
Perlombaan itu diikuti dalam perhelatan Konferensi Internasional dan RAKERNAS ke-VIII Forum Komunikasi BPI/BKI se-Indonesia dengan tuan rumah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat. Kompetisi berlangsung secara daring sejak 7 Mei 2025 dan diikuti oleh mahasiswa BPI/BKI dari seluruh Indonesia kemudian pemenang diumumkan pada 3 Juni 2025 lalu.
Melalui narasi visual yang menyentuh, video “Nomophobia” mengajak penonton mengetahui sejauh mana teknologi telah mengambil alih kehidupan. Tidak hanya kecanduan gadget, nomophobia menggambarkan kondisi psikologis yang membuat seseorang merasa cemas, gelisah, bahkan panik ketika tidak memegang ponsel.
“Nomophobia itu nyata. Kita mungkin tidak menyadari bahwa kita sedang kehilangan kendali atas waktu, perhatian, bahkan hubungan sosial kita. Melalui video ini saya ingin menyampaikan pesan bahwa kita perlu jeda, untuk kembali mengenali diri dan dunia nyata di sekitar kita,” ungkap Nurul Fadilah.
Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi. “Hidup sehat bukan berarti meninggalkan teknologi, tapi menggunakannya dengan sadar dan seimbang,” tambahnya.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi Nurul, tetapi juga untuk UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Prestasi ini menjadi bukti bahwa video tersebut menitipkan pesan bahwa kita semua butuh jeda dari layar untuk kembali hidup sepenuhnya sebagai manusia. (AR)