UIN SUNA Lhokseumawe Dorong Mahasiswa Jadi Agen Edukasi Rupiah Lewat Program BI
www.uinsuna.ac.id – Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi dan pengembangan literasi keuangan bagi mahasiswa. Hal ini terlihat melalui kegiatan edukasi pengembangan sistem pembayaran di Indonesia yang digelar di Aula Gedung Rektorat UIN SUNA Lhokseumawe, Rabu (8/4/2026), bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Kota Lhokseumawe.
Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa tersebut membahas berbagai materi strategis, mulai dari kebanksentralan, program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), penanggulangan uang palsu, hingga pelindungan konsumen.
Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan komitmen kampus dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk di bidang sistem pembayaran dan literasi keuangan.
Dalam sambutannya, Prof. Danial menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa UIN SUNA, tidak hanya melalui program beasiswa, tetapi juga melalui edukasi yang berdampak langsung pada peningkatan wawasan kebangsaan.
“Terima kasih kepada Bank Indonesia yang selama ini tidak hanya membantu mahasiswa kami melalui beasiswa, tetapi juga membagikan pengetahuan mengenai Rupiah. Hal ini penting untuk menumbuhkan sikap nasionalisme di kalangan mahasiswa,” ujarnya.
Ia menambahkan, edukasi tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap Rupiah, sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap mata uang nasional.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yan Ramerta Putra, menjelaskan bahwa pemilihan UIN SUNA sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
“Kampus adalah ruang strategis untuk menyebarkan pemahaman tentang Rupiah. Mahasiswa memiliki peran penting karena berinteraksi luas di masyarakat, sehingga diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan edukasi,” katanya.
Dalam pemaparannya, Bank Indonesia juga mengampanyekan gerakan 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang, sebagai cara mengenali keaslian uang Rupiah. Selain itu, diperkenalkan pula gerakan 5J—Jangan Dilipat, Dicoret, Distapler, Diremas, dan Dibasahi—sebagai upaya menjaga kualitas uang yang beredar.
“Langkah ini merupakan wujud Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah untuk mencegah peredaran uang palsu serta menjaga kualitas Rupiah,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, UIN SUNA Lhokseumawe menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran finansial dan nasionalisme yang kuat. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pelopor literasi keuangan serta agen edukasi Rupiah di tengah masyarakat. (HI)