Haul ke-615 Sultanah Nahrasiyah, Mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Ziarah dan Belajar Sejarah

www.iainlokseumawe.ac.id - Mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah turut ambil bagian dalam kegiatan ziarah dan refleksi sejarah memperingati haul ke-615 tahun wafatnya Sultanah Nahrasiyah, pemimpin perempuan legendaris dari Kesultanan Samudera Pasai.

Acara ini diselenggarakan, pada Jumat (13/6/2025) di kompleks makam para sultan Samudera Pasai yang terletak di Gampong Beuringen dan Gampong Krueng Mate, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Center for Information of Samudera Pasai Heritage (CISAH) serta berkolaborasi dengan Duta wisata Aceh Utara.

“Partisipasi mahasiswa UIN dalam kegiatan ini menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap literasi sejarah lokal dan pelestarian identitas budaya Aceh,” ujar Sukarna selaku pemandu kegiatan..

Para mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga aktif dalam setiap rangkaian kegiatan yang mencakup pembersihan makam, doa bersama, hingga diskusi sejarah tentang peran strategis Sultanah Nahrasiyah dalam bidang pendidikan dan diplomasi Islam pada abad ke-15.

Ketua DEMA UIN Sultanah Nahrasiyah, Munawir, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa momen haul ini menjadi inspirasi tersendiri bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat figur pemimpin perempuan yang mampu mewarnai sejarah peradaban Islam di Asia Tenggara.

“Ziarah ini mengingatkan kami akan pentingnya nilai-nilai kepemimpinan yang adil, bijaksana, dan berorientasi pada ilmu pengetahuan sebagaimana yang diteladankan oleh Sultanah Nahrasiyah,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.

Haul ke-615 ini juga diikuti oleh para duta wisata Aceh Utara, sebagai bentuk sinergi lintas elemen dalam menghidupkan kembali warisan Samudera Pasai secara spiritual dan edukatif.

CISAH juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi mereka dalam merawat ingatan sejarah dan memperkuat nilai-nilai budaya lokal di kalangan generasi muda Aceh melalui pendekatan akademik dan kultural. (AR)

 

Share this Post