Jurusan TBIN UIN SUNA Hadirkan Dosen Tamu, Kupas Model Pembelajaran Bahasa Indonesia Terkini

www.uinsuna.ac.id - Kuliah dosen tamu membahas model pembelajaran bahasa Indonesia terkini, digelar Jurusan Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Jumat (04/07/2025). 

Kegiatan inspiratif diikuti oleh mahasiswa yang turut dirangkai dalam mata kuliah Micro Teaching dilaksanakan secara daring dengan menghadirkan praktisi dari Universitas Tidar, Dr. Ayu Wulandari, M.Pd.

Saat membuka kegiatan Dekan FTIK, Dr. Jumat Barus, SS., M.S, dalam sambutannya ia menitipkan pesan motivasi kepada para peserta khususnya mahasiswa yang di FTIK agar peka terhadap model pembelajaran relevan dan terkini. 

"Ilmu dari bangku kuliah hanyalah awal. Dunia kerja menuntut guru yang mampu menerapkan berbagai model pembelajaran yang relevan dan kekinian. Jangan sampai kita menggunakan model yang sudah ketinggalan zaman,” pesan Dekan FTIK. 

Hal senada juga diutarakan oleh Ketua Jurusan TBIN, Istiqamah, M.Pd. Ia menuturkan kegiatan ini diharapkan dapat membuka cakrawala pengetahuan mahasiswa serta dapat mempraktikkan model pembelajaran yang efektif di dalam kelas.

Selain itu, pentingnya penguasaan strategi penyampaian materi, tidak hanya sekadar penguasaan konten.

“Seorang guru tidak hanya harus mampu mempelajari materi, namun juga bagaimana materi tersebut disampaikan kepada para siswa.” ujarnya. 

Sementara itu, Dr. Ayu, dalam materinya memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi guru di kelas, termasuk kendala dari sisi peserta didik maupun pendekatan pembelajaran. 

“Solusinya adalah memilih model pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada siswa. Guru harus mampu menciptakan ruang belajar yang membuat siswa aktif dan terlibat,” jelasnya.

Sambungnya, karakteristik siswa dan materi, seperti discovery learning, inquiry learning, problem based learning, dan project based learning yang memiliki fokus dan pendekatan berbeda. 

"Pembelajaran berdiferensiasi, perencanaan pembelajaran mendalam, serta pemahaman perbedaan antara modul ajar dan modul pembelajaran juga menjadi kunci dalam implementasi Kurikulum Merdeka." Papar pemateri. (AR) 

Share this Post