Raih Kategori Utama PTRG 2026: Saatnya Sivitas Akademika UIN SUNA Merawat Rumah Inklusif Bersama
www.uinsuna.ac.id - Kerja keras dan komitmen kolektif sivitas akademika UIN Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe akhirnya membuahkan hasil manis. Kampus ini resmi dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) kategori Utama tahun 2026, melesat naik dari kategori Madya yang diraih pada tahun 2024 lalu.
Prestasi ini bukanlah capaian lokal semata, melainkan sebuah pengakuan bergengsi di tingkat nasional. Anugerah PTRG merupakan ajang evaluasi dua tahunan yang diselenggarakan secara ketat oleh Kementerian Agama RI untuk menilai kinerja Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) di seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia. Berdiri sejajar di panggung nasional dengan kategori Utama membuktikan bahwa UIN SUNA mampu bersaing dan menjadi percontohan nasional dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang adil gender, aman, dan inklusif.
Keberhasilan di tingkat nasional ini didasarkan pada pemenuhan indikator penilaian yang komprehensif. Mulai dari ketersediaan data profil gender yang terukur, integrasi Pengarusutamaan Gender (PUG) secara nyata dalam Tridharma Perguruan Tinggi dan tata kelola instansi, hingga ketegasan sistem Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan kampus.
Capaian membanggakan ini lahir dari sinergi tanpa henti. Apresiasi tinggi patut disematkan kepada PSGA UIN SUNA yang tampil gigih di garda depan, didukung penuh oleh LPPM serta kebijakan strategis Rektor dan jajaran pimpinan, serta kolaborasi solid antarseluruh unit kerja di lingkungan UIN SUNA.
Namun, panggung kehormatan nasional ini mengisyaratkan sebuah panggilan moral yang lebih besar. Menjaga predikat "Utama" jauh lebih menantang daripada meraihnya. Agar gelar ini tidak sekadar menjadi piala di lemari pajangan, seluruh civitas akademika dituntut memiliki rasa tanggung jawab dan rasa memiliki (sense of belonging) yang kuat melalui langkah-langkah konkret ke depan:
- Bagi Tenaga Pengajar (Dosen): Mengintegrasikan perspektif gender dan inklusivitas secara aktif dalam bahan ajar, riset, serta pengabdian masyarakat, sekaligus menjadi teladan dalam menciptakan ruang kelas yang ramah dan bebas diskriminasi.
- Bagi Mahasiswa: Menjadikan isu kesetaraan gender dan ruang aman sebagai bagian dari budaya organisasi kemahasiswaan, berani bersuara (speak up), serta aktif menjadi agen pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sebaya (peer support).
- Bagi Tenaga Kependidikan dan Unit Kerja: Memastikan setiap layanan administrasi, fasilitas fisik kampus, dan kebijakan operasional harian berperspektif inklusif serta mudah diakses oleh semua kelompok, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas.
Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih PSGA. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa komitmen universitas dalam mewujudkan kampus yang inklusif dan responsif gender telah mendapat pengakuan di tingkat nasional.
"Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika, khususnya tim PSGA yang selama ini bekerja dengan penuh dedikasi. Penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, tetapi menjadi motivasi untuk terus menghadirkan lingkungan kampus yang aman, inklusif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan dan keadilan bagi seluruh warga kampus," kata Prof. Danial.
Keberhasilan ini adalah cermin dari siapa kita hari ini, dan kesadaran kolektif adalah bahan bakar untuk masa depan. Kini saatnya seluruh warga kampus bergandengan tangan, saling menjaga, dan aktif berkomitmen menolak segala bentuk kekerasan seksual. Mari kita rawat dan hidupkan predikat Utama ini sebagai identitas serta kebiasaan hidup sehari-hari di kampus UIN SUNA tercinta. (Ist)