Rektor UIN SUNA Lhokseumawe Tekankan Transformasi Substantif pada Asesmen Lapangan PGMI

www.uinsuna.ac.id - Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., menyampaikan sejumlah pesan penting pada kegiatan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Senin (26/1/2026).

Asesmen lapangan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam proses akreditasi program studi sebagai syarat penentuan peringkat akreditasi. Pada kesempatan itu, Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) menugaskan dua asesor, yakni Prof. Dr. Fauzan, M.A. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Dr. Misriandi, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Dalam sambutannya, Prof. Danial menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para asesor yang dinilainya memiliki peran strategis dalam peningkatan mutu pendidikan di UIN SUNA Lhokseumawe.

“Selamat datang guru kami. Kami bersyukur atas kehadiran Bapak Asesor yang tidak hanya memberikan penilaian, tetapi juga pengalaman, ilmu, dan inspirasi bagi kemajuan kampus kami di masa mendatang,” ujarnya.

Prof. Danial juga menyinggung transformasi institusi UIN SUNA Lhokseumawe yang pada tahun lalu resmi beralih status dari IAIN menjadi UIN. Menurutnya, perubahan tersebut diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek yang lebih mendasar.

“Alhamdulillah, tahun lalu kampus kami telah bertransformasi menjadi UIN. Kami berharap perubahan ini tidak hanya bersifat institusional, tetapi juga mencakup perubahan substantif, struktural, dan spiritual,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prof. Danial menjelaskan bahwa UIN SUNA Lhokseumawe memiliki sumber daya dosen dengan latar belakang pendidikan lintas benua, mulai dari Australia, Eropa, Afrika, hingga Asia Timur. 

Keberagaman tersebut, menurutnya, menjadi kekuatan tersendiri dalam memperkaya khazanah keilmuan di lingkungan kampus.

“Para dosen kami ditempa dalam peradaban keilmuan yang berbeda. Hal ini akan melahirkan muara keilmuan yang luas dan memperkuat karakter akademik UIN SUNA,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Prof. Danial berharap pluralitas latar belakang keilmuan, intelektual, dan budaya tersebut dapat mendorong kemajuan kampus serta melahirkan konstruksi epistemologi keilmuan yang kuat.

“Mudah-mudahan pluralitas keilmuan, latar belakang pendidikan, intelektual, dan kebudayaan ini dapat menjadi konstruksi epistemologi yang mengalir dalam proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya. (AM)

Share this Post