768 Mahasiswa UIN SUNA Lhokseumawe Diterjunkan ke Desa Pengabdian, Fokus Pemberdayaan hingga Literasi Digital

www.uinsuna.ac.id -  Sebanyak 768 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe resmi diberangkatkan mengikuti Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Reguler Tahun 2026, Kamis (5/11/2026). Para mahasiswa tersebut akan melaksanakan pengabdian di Kabupaten Aceh Utara.

Dengan rincian, peserta KPM Reguler sebanyak 340 mahasiswa tersebar di 41 gampong yang di Kecamatan Paya Bakong dan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, dijadwalkan berlangsung selama 35 hari, terhitung mulai 5 November hingga 9 Desember 2026.

Pelepasan secara simbolis ditandai dengan penyematan atribut KPM oleh Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum (AKU) UIN SUNA Lhokseumawe, H. Akly Zikrullah, S.Ag., M.H., didampingi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. M. Anggung Manumanoso Prasetyo, M.Pd.I., beserta jajaran kepanitiannya.

Dalam sambutannya, Kepala Biro AKU mengingatkan bahwa pelaksanaan KPM bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan juga bagian dari proses dakwah, ibadah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia berpesan agar mahasiswa senantiasa mengedepankan nilai-nilai keagamaan dalam setiap aktivitas selama berada di tengah masyarakat. Menurutnya, mahasiswa akan berhadapan dengan beragam persoalan sosial kemasyarakatan sekaligus harapan masyarakat terhadap kehadiran mereka. Pesannya.

Oleh karena itu, peserta KPM diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan dan tantangan tersebut melalui kontribusi nyata serta menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diminta menjaga nama baik almamater dengan mengedepankan akhlakul karimah dalam bersikap dan berinteraksi.

Sementara itu, Ketua LPPM UIN SUNA Lhokseumawe, Dr. M. Anggung Manumanoso Prasetyo, M.Pd.I., menyampaikan bahwa KPM Reguler 2026 diarahkan pada penguatan pemberdayaan masyarakat melalui sejumlah program strategis.

Program tersebut meliputi pemberdayaan masyarakat, penguatan literasi digital, serta peningkatan kepedulian terhadap lingkungan melalui pendekatan ekoteologi. (AR)

Share this Post