Ikuti Festival Muharram 1448 H, Prof Danial : Semua Agama Hadir untuk Memahami dan Mencegah Polikrisis Peradaban
www.uinsuna.ac.id- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., menegaskan bahwa seluruh agama pada hakikatnya mengajarkan manusia untuk menjaga keseimbangan kehidupan dan mencegah berbagai krisis yang kini dihadapi dunia. Gagasan tersebut disampaikannya usai mengikuti Festival Muharram 1448 Hijriah dan Seminar Nasional "Rekonstruksi Peradaban Islam dalam Rangka Membangun Dunia Baru" yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, 14-15 Juli 2026.
Menurut Prof. Danial, dunia saat ini tidak hanya menghadapi krisis lingkungan, tetapi juga polikrisis, yakni situasi ketika berbagai krisis ekologi, pangan, energi, ekonomi, sosial, hingga kemanusiaan terjadi secara bersamaan dan saling memengaruhi. Dalam kondisi tersebut, nilai-nilai agama harus tampil sebagai solusi yang menghadirkan kesadaran kolektif untuk menjaga keberlangsungan kehidupan.
"Semua agama hadir bukan untuk memperbesar persoalan, tetapi untuk memahami dan mencegah polikrisis yang sedang dihadapi umat manusia. Agama mengajarkan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta," ujar Prof. Danial.
Ia menjelaskan bahwa pemikiran tersebut lahir dari refleksi selama mengikuti Festival Muharram 1448 H dan Seminar Nasional yang mempertemukan para rektor dan guru besar dari 51 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Forum tersebut membahas berbagai strategi pembangunan peradaban Islam yang mampu menjawab tantangan global melalui pendidikan, riset, inovasi, serta kolaborasi lintas institusi.
Dalam seminar tersebut, Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A. menyampaikan pidato kunci bertajuk "Islam dan Transformasi Peradaban Dunia" yang menekankan pentingnya perguruan tinggi keagamaan Islam sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan transformasi peradaban.
Bagi Prof. Danial, transformasi peradaban harus dibangun di atas kesadaran ekoteologis, yaitu memandang bumi sebagai amanah yang harus dijaga bersama.
"Ide saya tentang ekoteologi lahir dalam refleksi selama mengikuti Festival Muharram 1448 H dan Seminar Nasional ini. Dunia membutuhkan paradigma baru yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan, tetapi juga pada keberlanjutan kehidupan," ungkap Prof Danial
Ia menambahkan bahwa manusia harus memiliki kesadaran untuk memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab karena bumi memiliki batas usia dan daya dukung yang tidak dapat dipulihkan tanpa upaya pelestarian.
"Terbatasnya usia bumi, sehingga harus kita manfaatkan sebaik-baiknya selama ia ada. Mengambil dari alam sekaligus memberi untuknya. Memanfaatkannya sekaligus merawatnya dengan sabar dan bijaksana," tegas Prof. Danial.
Menurutnya, pesan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab umat Islam, melainkan menjadi nilai universal yang diajarkan seluruh agama. Karena itu, kolaborasi lintas agama dan lintas disiplin ilmu menjadi penting untuk membangun kesadaran bersama dalam menghadapi berbagai tantangan global.
"Ketika manusia kehilangan kepedulian terhadap alam, sesungguhnya yang sedang dipertaruhkan bukan hanya kelestarian lingkungan, tetapi juga masa depan peradaban," tambahnya.
Selain seminar nasional, rangkaian Festival Muharram 1448 Hijriah juga diisi dengan sejumlah agenda kebangsaan, termasuk kunjungan peserta ke Istana Presiden. Kehadiran Prof. Danial dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe untuk terus berkontribusi menghadirkan pemikiran-pemikiran strategis dalam pengembangan peradaban Islam yang moderat, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan zaman.
Melalui gagasan ekoteologi yang dikembangkannya, Prof. Danial mengajak masyarakat menjadikan agama sebagai sumber inspirasi dalam membangun harmoni antara manusia dan alam. Menurutnya, upaya memahami bumi dan merawat semesta merupakan langkah nyata untuk mencegah polikrisis serta mewariskan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (AM)