Mengembalikan Senyuman, KSR PMI UIN SUNA Turun Beri Dukungan Psikososial di Aceh Utara

www.uinsuna.ac.idRelawan mahasiswa dari Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit 08 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar layanan dukungan psikososial (Psychosocial Support/PSS) bagi anak-anak dan ibu-ibu yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, pada Minggu (1/2/2026).

Kegiatan ini bertujuan membantu para penyintas bencana mengatasi stres pasca-bencana melalui pendekatan terapi bermain dan interaksi sosial yang menyenangkan. Ratusan warga, terutama anak-anak dan ibu rumah tangga, hadir memadati lokasi kegiatan yang digelar di pusat pengungsian sementara.

Untuk memaksimalkan jangkauan dan efisiensi waktu, tim KSR PMI membagi diri menjadi dua kelompok. Selain sesi PSS, panitia juga membagikan sejumlah bantuan berupa perlengkapan sekolah, sarung, mukena, serta berbagai mainan edukatif sebagai bentuk apresiasi dan penguatan semangat para korban.

“Hari ini kami tidak hanya fokus pada distribusi perlengkapan sekolah, tetapi juga sengaja menghadirkan sesi PSS agar anak-anak dan ibu-ibu bisa kembali tertawa dan merasa nyaman,” ujar Ardilla Purnamasari, Komandan KSR PMI Unit 08 UIN Sultanah Nahrasiyah.

Meski antusiasme masyarakat sangat tinggi hingga membuat suasana sempat tidak kondusif, panitia tetap berupaya menjalankan kegiatan dengan sebaik-baiknya. “Kami sempat kewalahan mengatur peserta karena jumlahnya melebihi perkiraan.

Namun, prinsip kemanusiaan yang kami pegang membuat kami rela lelah demi melihat senyum mereka kembali,” tambah Ardilla.

Salah satu penerima manfaat, Asniar, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih atas perhatian yang telah diberikan kepada kami di Kecamatan Lapang. Sebelumnya, kami belum pernah mendapat bantuan seperti ini. Ini benar-benar membantu dan meringankan beban pengeluaran kami,” katanya.

Ardilla menutup pernyataannya dengan harapan bahwa bantuan yang diberikan, meski tak sebanding dengan penderitaan yang dialami para korban, dapat memberikan sedikit kelegaan dan kekuatan untuk bangkit kembali.

“Pemberian ini tentu tak seberapa dibanding perjuangan mereka bertahan dari banjir bandang. Semoga ini bisa sedikit mengurangi beban mereka,” pungkasnya. (AM)

Share this Post